Transisi Pemerintahan dari Trump ke Biden Dimulai

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 25/Nov/2020 17:34 WIB
Donald Trump bersalaman dengan Joe Biden disaksikan Barack Obama Donald Trump bersalaman dengan Joe Biden disaksikan Barack Obama

WASHINGTON DC (BeritaTrans.com) - Transisi Presiden terpilih AS, Joe Biden, di Washington DC secara resmi dimulai, setelah sebuah lembaga pemerintah menyatakannya sebagai pemenang pemilu presiden 2020.

Seorang pejabat pemerintahan mengatakan Gedung Putih memberikan persetujuan pada Selasa (24/11) kepada Biden untuk menerima laporan intelijen rahasia harian presiden.

Baca Juga:
Bareng Istri Tinggalkan Gedung Putih, Trump Tak Hadiri Pelantikan Joe Biden

Biden mengatakan kepada wartawan di kantor transisi di kampung halamannya Wilmington, Delaware, bahwa ia belum memperoleh pengarahan intelijen, penilaian komunitas intelijen AS atas ancaman di seluruh dunia. Namun, hal itu telah ditawarkan oleh Gedung Putih.


Presiden terpilih Joe Biden mengumumkan susunan kabinet di Wilmington, Delaware, on November 24, 2020.

Baca Juga:
Pedih! Jabatan Berumur Tinggal Beberapa Hari, Presiden Trump Dipecat DPR

Belum jelas kapan Biden akan menerima pengarahan keamanan nasional rahasia pertamanya sebagai presiden terpilih.

Tim penasihat Biden segera menghubungi pejabat Trump di seluruh jajaran pemerintahan pada Senin (23/11) malam untuk mempelajari tentang kemungkinan ancaman keamanan nasional yang dihadapi negara, dan masalah langsung lainnya yang mungkin dihadapi Biden ketika ia dilantik 20 Januari.

Baca Juga:
Joe Biden Calonkan Deb Haaland, Perempuan Suku Asli Amerika Sebagai Menteri Dalam Negeri AS

Perhatian langsung Biden adalah perjuangan untuk mengendalikan lonjakan jumlah penularan virus corona di AS. Pejabat Biden menginginkan informasi tentang jadwal pemerintahan Trump untuk menyetujui tiga vaksin pencegah virus dalam beberapa minggu ke depan. Juga rencana untuk penyuntikan vaksin secara luas bagi orang Amerika yang dimulai sebelum akhir tahun dan berlanjut hingga 2021.

Administrasi Layanan Umum AS (GSA) telah menetapkan Presiden terpilih Joe Biden kini berhak mendapatkan sumber daya dan akses tertentu sebagai bagian dari diberlakukannya undang-undang tahun 1964 untuk mendorong peralihan kekuasaan eksekutif yang tertib di AS.

Hingga pelantikannya pada 20 Januari, Biden akan menyusun pemerintahannya, menetapkan staf untuk mulai menjalankan visi kebijakannya sewaktu masa jabatannya dimulai dan untuk dapat segera menangani aspek-aspek keamanan nasional selaku presiden.

Tim transisi mendapatkan akses ke domain internet dan email pemerintah, dan dengan segera meluncurkan buildbackbetter.gov.

Biden akan menerima informasi mengenai ancaman-ancaman rahasia terhadap keamanan nasional, operasi militer rahasia dan keputusan pemerintahan Trump yang mungkin tertunda mengenai kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Para anggota tim transisi dan orang-orang yang dipilih untuk menduduki posisi keamanan nasional dapat mulai diberi izin yang diperlukan untuk melakukan tugas mereka. Orang-orang yang ditunjuk untuk posisi penting juga dapat ambil bagian dalam sesi orientasi untuk membuat mereka terbiasa dengan pekerjaan dan prosedur di suatu badan pemerintah.

Para kepala badan pemerintah dapat mulai bekerja bersama dengan para pejabat transisi untuk memastikan penyerahan tugas secara lancar dan pelaksanaan operasi pemerintah yang tidak terputus. Ini mencakup upaya-upaya seperti komunikasi dengan para pakar kesehatan mengenai rencana untuk mendistribusikan vaksin virus corona.

Tim Biden dapat menggunakan hingga 6,3 juta dolar dana federal untuk kegiatan transisinya. Tim tersebut juga mendapat akses ke ruang kantor federal, termasuk area-area di mana Biden dapat menerima pengarahan intelijen yang sensitif.