Di Musim Hujan, Driver Ojol: Nafsu Sih Gede Ambil Banyak Orderan, Tapi Mesti Lihat Kondisi Badan

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 10/Des/2020 12:09 WIB
Ojek online Grab dan Gojek selepas menurunkan penumpangnya di Teminal Bekasi. (Ilustrasi) Ojek online Grab dan Gojek selepas menurunkan penumpangnya di Teminal Bekasi. (Ilustrasi)

BEKASI (BeritaTrans.com) - Memasuki musim penghujan pada bulan Desember ini, pasti membuat sebagian dari kita susah bagaimana tetap produktif walau hujan.

Terutama bagi pengemudi ojek online (ojol) untuk mengantar pelanggan atau pesanan makanan dan barang. Mereka juga punya strategi untuk tetap bekerja dan terus sehat.

Baca Juga:
Driver Ojol Antar Makanan Bak Pembalap, Pizzanya jadi Berantakan

Taufik salah satu pengemudi Grab, menceritakan agar kesehatannya tetap terpelihara dia akan membatasi jumlah pesanan dan memperkirakan jarak antar. Tak lupa pula selalu menyediakan jas hujan untuk melindungi diri.

"Orderan kita mah ada aja, nafsu sih ada aja pengen ngambil. Tapi kan kondisi badan kita enggak tahu. Nanti sakit, kalau enggak ngebit, Pengeluaran banyak, jadinya akan habis juga," ceritanya kepada BeritaTrans.com, Kamis (10/12/2020).

Baca Juga:
Driver Ojol Ini Nekat Terobos Banjir di Semarang Demi Antar Orderan Makanan

Taufik tengah menunggu pesanan di basecame komunitasnya.

Baca Juga:
Kisah Driver Ojol Berangkat Gelap Pulang Gelap hingga Ban Bocor saat Bawa Penumpang

Pemain Express instan, grabfood dan Same- day instan tersebut, kesehatannya adalah nomor satu, dia selalu mengkondisikan jarak tempuh antaran pesanan dan waktu istirahat, terlebih lagi memasuki musim hujan.

"Takutnya jangan sampai sakit. Karena kitakan kerja setiap hari. Kita kondisikan badan juga buat besok lagi," ungkap Taufik.

Anggota dari komunitas Paguyuban Utara Timur Team Bekasi(PUTTB) mencontohkan, jika mengantar barang atau orderan same-day jaraknya bisa mencapai 50 km dan harus pulang lagi menghabiskan jarak menjadi 100 km. Setelah selesai dia akan bersantai atau membatasi pesanan lain.

"Satu same-day aja jaraknya 50 Km. Belum lagi pulangnya. Kalau dua kali same-day bisa 200 Km. Bayangkan dari sini(Bekasi) ke Indramayu sudah nyampe kan," katanya.

Saat kembali di basecame  tongkrongan atau pulang istirahat harian, dia akan menunggu pesanan lagi namun untuk jarak yang dirasanya dekat sebagai untuk tambahan uang bensin.

"Kalau jarak dan barang beresikonya gede, ya kita cancel pokoknya jangan dipaksain! Namanya kita yang kerja kalo ribet, ya cancel," tambahnya.

Ketika saat hujan, Taufik menceritakan dia akan tetap mengantar pesanan dengan cara mengenakan jas hujan.

"Tapi kalau makanan tetap harus dianter.  Kasian, soalnya castemesr sudah nunggu, jangan sampai makananya dingin," katanya.

Semua faktor alam maupun jarak yang jauh diungkapkan ojol tersebut sudah menjadi resiko pekerjaannya. (fahmi)