Tanker BW Rhine Berbendera Singapura Meledak akibat Diserang di Pelabuhan Jeddah Arab Saudi

  • Oleh : Redaksi

Senin, 14/Des/2020 17:34 WIB
Sebanyak 22 anak buah kapal (ABK) tanker BW Rhine berbendera Singapura itu selamat tanpa mengalami cedera. Namun, perusahaan memperingatkan kemungkinan terjadi kebocoran minyak dari lokasi ledakan. Sebanyak 22 anak buah kapal (ABK) tanker BW Rhine berbendera Singapura itu selamat tanpa mengalami cedera. Namun, perusahaan memperingatkan kemungkinan terjadi kebocoran minyak dari lokasi ledakan.

JEDDAH (BeritaTrans.com) - Ledakan terjadi di sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai kota pelabuhan Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (14/12) pagi. Ledakan terjadi setelah kapal itu dihantam oleh "sumber eksternal.” Insiden itu memunculkan dugaan serangan terhadap kapal lain di lepas pantai kerajaan itu di tengah perang panjang di Yaman

Mengutip pemilik kapal, BW Group, Associated Press melaporkan sebanyak 22 anak buah kapal (ABK) tanker BW Rhine berbendera Singapura itu selamat tanpa mengalami cedera. Namun, perusahaan memperingatkan kemungkinan terjadi kebocoran minyak dari lokasi ledakan.

Baca Juga:
Pelabuhan di Perbatasan Afghanistan-Iran Tebakar, 100 Kapal Tanker Hangus

Arab Saudi tidak segera memberikan konfirmasi. Bulan lalu, sebuah ranjau merusak kapal tanker lain di lepas pantai Arab Saudi dalam serangan yang diperkirakan dilakukan oleh pemberontak Houthi Yaman.

Baca Juga:
Belasan ABK Tanker di Perairan Mentok Positif Covid-19

Operasi Perdagangan Laut Inggris Raya, sebuah organisasi di bawah Angkatan Laut Kerajaan Inggris, mendesak kapal-kapal di daerah itu untuk berhati-hati dan mengatakan penyelidikan sedang berlangsung.

Dryad Global, sebuah perusahaan intelijen maritim, juga melaporkan ledakan tersebut. Penyebab ledakan belum dapat diketahui.

Baca Juga:
Kapal Meledak di Samarinda, Kesaksian Warga hingga 3 Pekerja Hilang

Ledakan itu terjadi setelah sebuah ranjau meledak dan merusak sebuah kapal di lepas pantai Arab Saudi pada bulan lalu. Serangan misterius lainnya menargetkan sebuah kapal kargo di lepas pantai kota pelabuhan kecil Nishtun di timur jauh Yaman pada awal bulan ini.

Pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman telah menggunakan ranjau laut sebelumnya dalam perang melawan koalisi pimpinan Saudi. Namun, Houthi belum berkomentar tentang serangan bulan lalu.

Dryad Global mengatakan jika Houthi berada di balik ledakan pada Senin (14/12), itu "akan mewakili perubahan mendasar dalam kemampuan dan niat penargetan."

Laut Merah adalah jalur pengiriman penting untuk kargo dan pasokan energi dunia. Hal itu membuat operasi penambangan apa pun di daerah itu berbahaya, tidak hanya bagi Arab Saudi tetapi juga bagi seluruh dunia. (VOA).