Nelayan Tolak Operasional Kapal Isap Produksi PT Timah di Babel, Ini Pesan Gubernur

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 19/Des/2020 17:40 WIB
Nelayan mempersiapkan kapalnya untuk melaut di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat Kabupaten Bangka. Foto diambil 17 Juni 2016. (Foto:Bangkapos) Nelayan mempersiapkan kapalnya untuk melaut di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat Kabupaten Bangka. Foto diambil 17 Juni 2016. (Foto:Bangkapos)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Nelayan menolak pengoperasian Kapal Isap Produksi (KIP) milik PT Timah Tbk di perairan Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan menyampaikan pesan kepada PT Timah Tbk untuk mencari jalan tengah dengan duduk bersama nelayan.

"Antara PT Timah dan nelayan harus duduk bersama, apa keinginan dari nelayan dan apa keinginan PT Timah harus kita luruskan jangan saling mengganggu," ujar Erzaldi dalam forum diskusi Polemik Trijaya FM, Sabtu (19/12/2020).

Erzaldi menambahkan, jika pertemuan tersebut tidak dilakukan, maka ketegangan antara pihak nelayan dan PT Timah tidak berujung kepada penyelesaian. Sebab, jika nelayan bilang di wilayah tersebut ada ikan, maka PT Timah juga bilang di situ ada timah.

"Bagaimana caranya PT Timah agar mengambil timahnya tanpa mengganggu nelayan," kata dia.

Dia menyebut bahwa pemerintah provinsi sama sekali tidak mendapatkan bagian dari investasi yang dilakukan PT Timah dan peran pemerintah daerah di sini seperti "cuci piring", dimana ada permasalahan baru dilibatkan.

"Makanya kita harus luruskan ini, masyarakat nelayan bisa tetap melaut dan PT Timah atas nama negara tetap kita fasilitasi. Jangan sampai plat merahnya dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga tidak mengedepankan kepentingan masyarakat," ucapnya.

"Nah sekarang ngapain kerja tambang tapi PT-nya sudah rugi? artinya kita membela yang salah, lah kamu dibelain tapi manajemennya ga bener, ngapain?" sambungnya. (fhm/sumber:okezone)