Lulusan STIP ini Pandu MV Suzuka Express di Pelabuhan Patimban

  • Oleh : Ahmad

Rabu, 23/Des/2020 14:13 WIB
Dirjen Hubla memberikan penghargaan pada Capt. Herwantono, di gelaran Harbour of Master of Tanjung Priok, Selasa (22/12/2020) Dirjen Hubla memberikan penghargaan pada Capt. Herwantono, di gelaran Harbour of Master of Tanjung Priok, Selasa (22/12/2020)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Dalam dunia maritim ada juga istilah pandu. Ini bukan sekadar istilah, tapi nama dari sebuah jabatan. Pandu disini, secara internasional disebut Pilot, yaitu orang yang bertugas untuk mengarahkan sebuah kapal saat memasuki atau keluar di suatu kawasan pelabuhan. Biasanya sejak kapal masih berada di ambang luar pelabuhan hingga memasuki kolam pelabuhan untuk berlabuh atau sandar di dermaga, begitu juga sebaliknya. 

Adalah Capt. Herwantono, M.Mar, 56 tahun, sebagai pandu (pilot) yang mendapat penghargaan sebagai salah satu petugas yang termasuk ikut berkontribusi dalam kegiatan Voyage perdana MV. Suzuka Express ke Patimban, Subang, Jawa Barat, dalam rangka soft launching pengoperasian Pelabuhan Patimban. Penghargaan diberikan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok dan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama.

Baca Juga:
Dirjen DIksi Serahkan SK Program S2 kepada STIP, Kepala BPSDM: Di Era Menteri Budi Karya Prestasi itu Dicetak

Baca Juga:
Program Padat Karya Sektor Kelautan Perikanan Diprediksi Serap Lebih dari 4.600 SDM

Lulusan Dilklat Pandu Angkatan XIX tahun 1994 Jakarta dan lulusan Master Mariner 2010 di STIP ini mengisahkan pengalamannya, bekerja di PT Jasa Armada Indonesia (JAI), anak perusahaan IPC/Pelindo II, sebagai pandu (pilot) sejak bertugas di Pontianak hingga sekarang di Patimban.

"Sebagai Pandu Laut dimulai dari Pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Palembang, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Tanjung Priok, dan sekarang Pelabuhan Patimban," ungkap Capt. Herwantono.

Baca Juga:
Selamat! S2 Terapan STIP Disetujui BAN-PT

Dalam bertugas sebagai pandu, ia pun pernah mengalami beberapa kendala seperti cuaca, Capt. Herwantono mengatakan "Untuk kendala dari cuaca angin dengan kecepatan lebih dari 20 knot dan hujan sehingga membutuhkan SDM Pandu (pilot) yang berpengalaman dan juga tak lupa berdo'a kepada Allah. Dan untuk solusinya menunggu kecepatan angin reda di bawah kecepatan 20 knot. Agar memberikan pelayanan yang prima sebelum melaksanakan pelayanan pemanduan petugas pandu berdiskusi dengan nahkoda (bridge resuorces manajemen) master kapal tunda untuk pelaksanaan manuver,".

Capt. Herwantono, M.Mar dibanjiri berbagai penghargaan terutama dari Menteri Perhubungan pada tahun 2009 sebagai predikat keteladanan, pengabdian dan prestasi kerja sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan jasa dan keselamatan transportasi laut. berikut beberapa piagam dan sertifikat yang ia raih.

Pemegang ijazah ANT- 1, ini mengungkapkan saat bertugas di Pelabuhan Tanjung Priok, bisa melayani kapal sekitar 17 kapal per Minggu. (ahmad/foto:dok/herwantono)