12 Calon Penumpang di Leuwipanjang Bandung Reaktif Covid-19

  • Oleh : Bondan

Minggu, 03/Janu/2021 16:21 WIB
Suasana di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung. Sebanyak 12 calon penumpang bus di terminal ini gagal berangkat karena reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test antigen. Foto: Inews.id Suasana di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung. Sebanyak 12 calon penumpang bus di terminal ini gagal berangkat karena reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test antigen. Foto: Inews.id

BANDUNG (BeritaTrans.com) - Sebanyak 12 calon penumpang bus di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat, reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test antigen. Mereka batal berangkat ke lantaran harus menjalani swab test di puskesmas. 

Ke-12 calon penumpang reaktif itu terjaring operasi rapid test antigenyang digelar Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kota Bandung dari Kamis 24 Desember 2020 hingga Sabtu 2 Januari 2021.

Baca Juga:
Jasa Raharja Bandung Giat Door to Door dan CRM ke PO Aeron Trans

Kepala terminal Leuwipanjang Asep Hidayat mengatakan, operasi rapid test antigen terhadap calon penumpang di Terminal Leuwipanjang dilaksanakan selama 10 hari. Operasi ini akan menyasar secara acak 700 penumpang.

Namun sejak Kamis (24/12/2020) hingga Sabtu (2/1/2021), kata Asep, jumlah calon penumpang yang menjalani tes rapid antigen telah melebihi target.

Baca Juga:
Koordinasi Jaminan Jasa Raharja Pada Kendaraan Wisata Bandros dengan Dishub Kota Bandung

Sementara, tim Dishub dan Dinkes Kota Bandung menyiapkan 850 alat rapid test antigen. "Total sudah 792 calon penumpang yang dites. Dari 792 calon penumpang itu, 12 di antaranya reaktif," kata Asep, Minggu (3/1/2021).

Asep mengemukakan, 12 calon penumpang yang reaktif Covid-19 berasal dari kawasan Bandung Raya, seperti Kota Cimahi, Soreang, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung.

Baca Juga:
Jasa Raharja Jawa Barat Giat Door to Door ke PO Eksotik Jawa Wisata

"Sisa alat rapid test antigen akan dikembalikan ke dinas kesehatan atau digunakan untuk rapid test antigen bagi anggota dinas perhubungan. Sebab belum ada instruksi operasi rapid test antigen di Terminal Leuwipanjang dilanjutkan atau tidak," ujarnya. (Inews.id)