Rencana Nikah Ekstra Kru Sriwijaya Air yang Tak Terlaksana

  • Oleh : Redaksi

Senin, 11/Janu/2021 12:37 WIB


Jakarta (BeritaTrans.com) - Rencana nikah kopilot Sriwijaya Air Fadly Satrianto, kandas lantaran pesawat Sriwijaya Air 182  terjatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

Fadly yang menjadi kru ekstra pada pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 berencana menikah dan telah bertunangan.

Baca Juga:
Daftar Tarif RT-PCR Penumpang Garuda, Lion Air, Sriwijaya Air, dan Citilink

"Kami terpukul dengan musibah ini, apalagi Fadly Satrianto telah bertunangan dengan seorang dokter, dan akan segera menikah," kata keluarga korban dari pihak ayah, Mak Itam, yang dihubungi di Painan, Sumatera Barat, Minggu (10/1).

Rencana pernikahan Fadly dengan sang tunangan sebelumnya sudah diundur lantaran pandemi Covid-19.

Baca Juga:
Mulai 10 September, Sriwijaya Buka Rute Baru Makassar-Ambon-Langgur

"Kabar duka ini saya dapat dari grup WhatsApp keluarga, semoga ada keajaiban sehingga Fadly Satrianto dan kawan-kawan beserta penumpang selamat," tutur Mak Itam dikutip dari Antara.

"Saya juga menelpon orang tua Fadly, mereka sangat sabar menghadapi kejadian ini," sambungnya.

Baca Juga:
Mulai 10 September, Sriwijaya Air Terbangi Rute Makassar, Ambon, Langgur PP

Sementara Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan sampel DNA dari Fadly telah diterima tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.

"Iya benar, ibunda dari Fadly datang ke Mapolda Jatim untuk memberikan sampel DNA yang merupakan kru Sriwijaya asal Surabaya," ujar Kombes Pol Gatot di Surabaya, Minggu.

Gatot menambahkan selanjutnya sampel DNA tersebut akan dicocokkan dengan sampel dari korban yang dievakuasi dari perairan Kepulauan Seribu.

"DNA nanti akan dibawa ke Labolatorium DVI Dokkes Polri di Jakarta," kata Gatot.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor SJ-182 dikabarkan hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB setelah empat menit terbang meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat hilang kontak saat melakukan penerbangan dengan ketinggian lebih dari 10.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit. (lia/sumber:cnnindonesia.com)