AS Kirim Pesawat SAR Bantu Cari 9 ABK WNI yang Hilang di Pasifik

  • Oleh : Fahmi

Jum'at, 15/Janu/2021 07:46 WIB
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha. (Foto: Dok. Kemlu RI) Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha. (Foto: Dok. Kemlu RI)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kementerian Luar Negeri RI menyatakan sembilan warga Indonesia yang menjadi anak buah di kapal atau ABK Taiwan, masih hilang di perairan Samudera Pasifik.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, mengatakan Amerika Serikat, termasuk US Coast Guard, telah membantu pencarian.

Baca Juga:
Poltekpar Bali-Disbudpar Papua Kerja Sama Bangun SDM Unggul

Per 11 Januari, kata Judha, AS telah melakukan 27 penerbangan SAR untuk mencari sembilan WNI ABK dan sang kapten yang merupakan warga Taiwan.

"Total jam terbang pencarian ABK dimaksud mencapai sekitar 260 jam. Area pencarian telah menjangkau seluas 39.943 square nautical miles," kata Judha dalam keterangan tertulis, pada Kamis (14/1).

Baca Juga:
BPSDMP Ajak Taruna Sadar Keamanan Transportasi

Judha menuturkan US Coast Guard mengerahkan beberapa pesawat Hercules C-130, sementara Angkatan Laut AS mengirim pesawat Poseidon-8 untuk melakukan pencarian.

"AS juga mengerahkan tiga unit AMVER Vessel/Rescue serta empat kapal ikan milik Taipei," ujar Judha.

Baca Juga:
Kerja 12 Tahun Rindu Kampung, TKW Indramayu Tak Bisa Pulang

Kapal penangkap ikan tuna Taiwan, Yong Yu Sing, Nomor 18 dinyatakan hilang pada 1 Januari lalu, setelah hilang kontak pada 30 Desember 2020.

Meski kapal yang hilang itu sudah ditemukan, tetapi kapten bermarga Li dan sembilan awak asal Indonesia belum ditemukan.

Judha menuturkan proses pencarian 10 orang tersebut juga dipengaruhi oleh cuaca. Ia memaparkan kondisi cuaca minggu ini diprediksi kurang bersahabat.

"Jika cuaca memungkinkan pencarian akan dilakukan dengan jumlah kapal lebih besar. Namun jika cuaca memburuk, SAR akan dihentikan sementara, menunggu situasi cuaca yang lebih kondusif," ujar Judha.

Judha memaparkan KBRI Washington D.C dan KJRI Los Angeles terus berkoordinasi dengan otoritas AS, termasuk dengan US Coast Guard dan Kantor Gubernur Hawaii.(fh/sumber:CNNIndonesia)