Cuaca Buruk, Kapal Basarnas dan Kemenhub Sempat Tabrakan di Lokasi Sriwijaya Air SJ182 Jatuh

  • Oleh : Dirham

Selasa, 19/Janu/2021 11:45 WIB
Kapal milik Basarnas dan Kemenhub sempat bertabrakan saat melakukan pencarian puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu. Kapal milik Basarnas dan Kemenhub sempat bertabrakan saat melakukan pencarian puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kapal milik Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengalami benturan dengan KN SAR Wisnu milik Basarnas di lokasi tempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 perairan Kepulauan Seribu.
Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS mengatakan benturan terjadi antara dua kapal tersebut akibat cuaca buruk.

"Iya memang tadi subuh atau dini hari. Benturan ya karena cuaca kurang bagus," kata Rasman saat dihubungi, Selasa (19/1).

Baca Juga:
Kapal Tabrakan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, 5 ABK Hilang

Rasman menjelaskan, benturan terjadi saat kapal hendak melego jangkar. Namun, arus air di malam itu begitu kencang hingga membuat kapal sulit dikontrol. Posisi kedua kapal pun sangat berdekatan. Walhasil, benturan terjadi.

"Akhirnya ada benturan. (Saat ini) kapal masih di tengah laut, masih beroperasi," kata dia.

Rasman memastikan benturan yang terjadi tak mengganggu kedua operasional kapal di lokasi jatuhnya pesawat.

Saat ini kedua kapal tetap melakukan misi pencarian puing-puing dan potongan tubuh serta CVR yang merupakan bagian dari black box Sriwijaya Air SJ182.

"Ada kerusakan sedikit di kapalnya Basarnas, tapi tidak ganggu operasional," kata Rasman.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian korban dan puing-puing pesawat Sriwijaya SJ182 di perairan Pulau Seribu. Tepatnya di perairan dekat Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Tim juga masih fokus mencari Cockpit Voice Record (CVR) pesawat. CVR merupakan bagian dari black box berisi rekaman aktivitas di pesawat. (ds/sumber CNNIndonesia.com)