Awal Februari, KNKT Umumkan Hasil Investigasi Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 23/Janu/2021 06:35 WIB
Tim evakuasi menemukan benda milik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Kepulauan Seribu.(Istimewa) Tim evakuasi menemukan benda milik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Kepulauan Seribu.(Istimewa)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berencana mengumumkan laporan awal terkait investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ke publik. Laporan itu akan diumumkan ke masyarakat pada awal Februari 2021.

"Akan ada laporan awal sebulan setelah kejadian. Rencana tanggal 8 atau 9 Februari," kata Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, Sabtu (23/1/2021). 

Baca Juga:
Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ-182 di Kalbar Terima Santunan Jasa Raharja

Sejalan dengan itu, Nurcahyo menyatakan, KNKT telah berhasil mengunduh rekaman Flight Data Recorder(FDR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Saat ini, data-data FDR tersebut sedang dianalisa oleh tim dari KNKT.

"Data FDR sudah berhasil diunduh, sedang dalam proses analisis, isinya belum bisa kami sampaikan," ungkap Nurcahyo. 

Baca Juga:
Pesawat Jatuh di Sudan, 10 Orang Tewas Termasuk Pilot

Sekadar informasi, pemerintah resmi menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap korban maupun puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182, pada Kamis, 21 Januari 2021. Operasi SAR tersebut sudah berjalan selama tujuh hari ditambah perpanjangan 2x3 hari.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sendiri jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak itu hilang kontak pukul 14.40 WIB.

Baca Juga:
Meriahkan Cap Gomeh, Ayo Terbang Bersama Sriwijaya Air Grup dengan Tiket Hemat Hanya Rp215.000

Pesawat Sriwijaya Air itu membawa 62 orang. Sebanyak 50 orang merupakan penumpang dan 12 lainnya adalah kru. Pesawat semestinya dijadwalkan tiba di Pontianak pukul 15.50 WIB.

Hingga hari terakhir operasi SAR, tim gabungan telah mengumpulkan 324 kantong jenazah. Dari jumlah itu, 43 jenazah sudah teridentifikasi.

Sementara itu, komponen untuk keperluan investigasi yang sudah ditemukan hanya Flight Data Recorder (FDR). Sehingga, fokus pencarian Cockpit Voice Revorder (CVR) akan dilanjutkan oleh tim KNKT dibantu TNI-AL.(fhm/sumber:sindonewscom)