Perompak Serang Kapal Kargo Turki, Erdogan Perintahkan Operasi Pembebasan

  • Oleh : Bondan

Senin, 25/Janu/2021 00:33 WIB
Ilustrasi. Foto: Liputan6.com Ilustrasi. Foto: Liputan6.com

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kapal kargoTurki, MV Mozart, diserang perompakdi lepas lantai Afrika Barat. Pelaku menculik 15 kru dan membunuh satu orang.

Direktorat Kemaritiman Turki menyatakan, para kru awalnya mengurung diri di ruang aman setelah para perompak menaiki kapal. Namun setelah 6 jam para pelaku mendobrak pintu. Saat ketegangan itu seorang kru tewas ditembak.

Baca Juga:
Kapal Kargo Tenggelam Akibat Cuaca Buruk di Laut Hitam, 2 ABK Tewas

"Pemilik dan operator MV Mozart, yang dibajak dengan todongan senjata di Teluk Guinea, dengan menyesal mengonfirmasi salah satu kru terbunuh dan yang lain diculik," kata direktorat, dikutip dari Associated Press, Minggu (24/1/2021).

Media Turki melaporkan korban merupakan engineer Farman Ismayilov asal Azerbaijan, satu-satunya kru warga asing di kapal.

Baca Juga:
Perdana, Tol Laut Angkut Logistik dari Utara ke Selatan Papua

Para pelaku membawa kabur sebagian besar kru pada Sabtu dan meninggalkan kapal di Teluk Guinea hanya menyisakan tiga orang. Kapal tersebut saat ini dalam pelayaran ke Pelabuhan Gentil, Gabon.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu sudah berbicara dengan mitranya dari Azerbaijan untuk menyampaikan belasungkawa serta menjelaskan jenazah akan dievakuasi begitu MV Mozart tiba di pelabuhan.

Istana kepresidenan menyatakan, Presiden Recep Tayyip Erdogan sudah berkomunikasi dengan perwira senior yang berada di kapal, Furkan Yaren. Disebutkan, Erdogan mengeluarkan perintah untuk membebaskan kru yang diculik.

Kapal berbendera Liberia itu sedang berlayar dari Lagos, Nigeria, menuju Cape Town, Afrika Selatan, saat diserang di posisi 185 km barat laut Sao Tome and Principe pada Sabtu pagi.

Menurut laporan, para perompak menonaktifkan sebagian besar sistem kapal, hanya menyisakan navigasi sebagai bekal bagi para kru yang tersisa agar bisa ke pelabuhan. 

Teluk Guinea yang berada di lepas pantai Nigeria, Guinea, Togo, Benin, dan Kamerun, merupakan perairan paling berbahaya di dunia terkait perompakan.

Pada Juli 2019, 10 pelaut Turki diculik di lepas pantai Nigeria. Mereka dibebaskan kurang dari sebulan kemudian. (Inews.id)