KM Logistik Nusantara 2 Angkut Bahan Pokok Tiba Selamat di Depapre Jayapura

  • Oleh : Naomy

Rabu, 27/Janu/2021 21:13 WIB
Kapal Lognus 2 di Depapre Jayapura Kapal Lognus 2 di Depapre Jayapura

JAYAPURA (BeritaTrans.com) - KM Logistik Nusantara 2 (KM Lognus 2) yang dioperasikan PT Pelayaran Nasional Indonesia - PT Pelni (Persero) dengan mengangkut bahan pokok tiba selamat di Pelabuhan Depapre, Jayapura Selasa (26/1/2021) malam. 

Kapal berkapasitas 145 TEUs tersebut tiba dengan membawa muatan sebanyak 21 kontainer bahan pokok dan penting (Bapokting) yang terdiri atas 20 kontainer beras dan satu kontainer kecap untuk masyarakat Papua dan Papua Barat. 

Baca Juga:
Tes Covid-19 Acak dengan GeNose, Penumpang Pelni Hendak ke Surabaya dari Priok Hasilnya Negatif

Acara seremonial ketibaan KM Lognus 2 di Pelabuhan Depapre dilakukan bertepatan dengan uji coba perdana pengoperasian Pelabuhan Depapre, Jayapura, Rabu (27/1/2021). 

Acara dihadiri Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Staff Khusus Kepresidenan Deputi V, Staff Ahli Menteri Perhubungan Cris Kuntadi, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni Yahya Kuncoro, beserta stakeholder lainnya. 

Baca Juga:
Penerapan Tes Covid-19 Secara Acak, Pelindo II Siapkan 5 Alat GeNose di Pelabuhan Tanjung Priok

Pada kesempatan tersebut Yahya menyampaikan pelayaran KM Lognus 2 tersebut merupakan pelayaran perdana kapal tol laut yang masuk di Pelabuhan Depapre, selain perdana juga sandar di Pelabuhan Kokas dan Pelabuhan Korido.

"Sebagai operator kapal tol laut yang ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan, Peni berkomitmen penuh untuk melayani masyarakat 3TP dalam mendistribusikan bapokting sehingga terbentuk kesetaraan harga serta pemerataan distribusi bapokting di Indonesia," urainya. 

Baca Juga:
Pelni Optimistis Muatan Kapal Ternak Naik 21%

Yahya juga mendorong masyarakat serta pemerintah daerah untuk memanfaatkan kapal tol laut guna mengangkut muatan hasil alam dari Jayapura agar dapat dipasarkan di Jawa Port, sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah setempat. 

Pelni siap untuk terus mendukung konektivitas dan pendistribusian barang dari dan ke timur Indonesia melalui armada barangnya dengan jadwal pelayaran yang tetap dan teratur.

Sebagaimana diatur dalam Perpres 71/2015, muatan yang diperbolehkan diangkut dengan kapal tol laut terdiri atas kategori kebutuhan pokok hasil pertanian seperti beras, kedelai, cabai, dan bawang merah; kebutuhan pokok hasil industri (gula, minyak goreng, tepung terigu).

Selanjutnya kebutuhan pokok hasil peternakan dan perikanan (daging sapi, daging ayam, telur, ikan segar); barang penting (benih, pupuk, gas elpiji 3kg, triplek, semen, besi baja, baja ringan) dan barang lainnya (air mineral, bawang putih, garam, obat-obatan dan lain sebagainya). 

"Sebagai informasi, KM Lognus 2 memiliki trayek T-19 dengan rute Merauke - Kokas - Sorong - Biak/Korido - Depapre/Jayapura - Sorong – Merauke," ungkapnya.

Wilayah-wilayah yang dilayari KM Lognus 2 adalah wilayah untuk Papua bagian utara sampai Papua bagian selatan. Pada tahun 2021, Pelni telah ditugaskan oleh Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan sebanyak delapan trayek kapal tol laut.

1. KM Logistik Nusantara 1 dengan rute Tg. Perak - Makassar - Tahuna - Tg. Perak; 

2. KM Logistik Nusantara 2 dengan rute Merauke - Kokas - Sorong - Biak/Korido – Depapre/Jayapura - Sorong - Merauke; 

3. KM Logistik Nusantara 3 dengan rute Tg. Perak - Makassar- Jailolo - Morotai - Tg. Perak; 

4. KM Logistik Nusantara 4 dengan rute Tg. Priok - Kijang - Tarempa - Pulau Laut - Selat Lampa - Subi - Serasan - Midai - Tg. Priok; 

5. KM Logistik Nusantara 5 dengan rute Tg. Perak - Tidore - Morotai - Galela - Maba/Buli - Weda - Tg. Perak; 

6. KM Kendhaga Nusantara 1 dengan rute Bitung - Ulusiau/Tagulandang - Tahuna - Lirung/Melanguane - Miangas - Marore - Tahuna - Ulusiau/Tagulandang - Bitung; 

7. KM Kendhaga Nusantara 7 dengan rute Maumere - Larantuka/Tabolita - Lembata (Loweleba) - Kalabahi - Maumere; 

8. KM Kendhaga Nusantara 11 dengan rute Kupang - Rote - Sabu - Waingapu - Kupang; 

Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan. (omy)