Kapal Mati Mesin, 6 Nelayan di Maluku Utara Dievakuasi Basarnas

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 21/Feb/2021 11:13 WIB
Proses evakuasi kapal nelayan yang mengalami mati mesin di perairan antara Pulau Kayoa dan Makian, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Foto: dok. Basarnas Ternate Proses evakuasi kapal nelayan yang mengalami mati mesin di perairan antara Pulau Kayoa dan Makian, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Foto: dok. Basarnas Ternate

TERNATE (BeritaTrans.com) - Enam nelayan yang berlayar dari Kayoa Gafi menuju Pelabuhan Perikanan Ternate berhasil dievakuasi Basarnas dan Polairud, di perairan antara Pulau Kayoa dan Pulau Makian, Halmahera Selatan. 

Enam nelayan tersebut di antaranya, Musda Hi Mudar (27 tahun) yang bertindak sebagai nakhoda, Yainn Hi Husein (46 tahun), Rukli (40 tahun), Najib (62 tahun), Irwan Dompi (42 tahun), dan A. Hamanan (60 tahun). 

Baca Juga:
Gertak China, Kapal Rudal Hipersonik AS Zumwalt Muncul di Pasifik

Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah, dalam keterangannya, pada Sabtu (19/2/2021), mengaku menerima informasi tersebut dari Aiptu Ritno, anggota Polairud Polda Maluku Utara sejak Jumat (18/2/2021). 

Ia bilang, kapal ikan dengan nama lambung DKP DD itu bergerak dari Kayoa Gafi menuju Pelabuhan Perikanan Ternate. Namun dalam perjalanan kapal mengalami mati mesin. 

Baca Juga:
Sudah Dangkal, Nelayan Minta Pemerintah Aceh Besar Keruk Kuala Gigeng dan Dermaga Lhokseudu

Basarnas pun mengarahkan kapal Kn SAR Pandudewanata dengan 12 orang kru ditambah 2 orang anggota Polairud. Sekitar pukul 01.02 WIT, kapal Kn SAR 237 Pandudewanata tiba di lokasi dan berhasil mengevakuasi para korban. “Semua dalam keadaan selamat,” katanya. 

Saat ditemukan, lanjut Arafah, kapal warna merah biru sepanjang 12 meter berbobot 5 Gross Tonage itu terombang – ambil di atas laut tanpa penerangan. 

Baca Juga:
YPIM Foundation Targetkan Kapal Sekolah Pesisir Mulai Operasi Mei 2023

“Anggota SAR mencoba memperbaiki mesin kapal. Mesinnya empat hidup tapi belum normal,” ungkapnya. 

Kapal pun bergerak menuju Ternate dengan kecepatan 5-6 Knots dan dikawal Kn Sar 237 Pandudewanata. “Cuaca yang kurang bersahabat membuat proses evakuasi sempat terhambat,” katanya. 

Sekitar pukul 09.25 WIT, kapal nelayan dan Kn SAR 237 Pandudewanata tiba di Pelabuhan Perikanan Kota Ternate. 

“Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi Sar pun selesai dan seluruh unsur yang terlibat di kembalikan ke kesatuan masing-masing,” pungkasnya.(fhm/sumber:kumparan.com)