Dirut Citilink, AP I dan AP II Kompak Setuju GeNose Diberlakukan pada Penerbangan

  • Oleh : Redaksi

Minggu, 21/Feb/2021 11:51 WIB
Menhub saat tinjau pelaksanaan GeNose di Stasiun Bandung (ilustrasi) Menhub saat tinjau pelaksanaan GeNose di Stasiun Bandung (ilustrasi)

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) –Direktur Utama Maskapai penerbangan nasional dan operator bandara kompak setuju pemberlakuan GeNose sebagai penyaring Covid-19.

Baca Juga:
Viral Bule Tak Pakai Masker, Citilink Beri Teguran

Mereka menilai, penerapan alat penyaring GeNose bagi penumpang pesawat bisa menambah pergerakan masyarakat karena tarifnya yang lebih murah dibandingkan dengan rapid antigen serta dapat mempersingkat prosedur keberangkatan.

Direktur Utama Citilink Juliandra menyebutkan, pihaknya mendukung pemberlakuan GeNose sebagai syarat penumpang transportasi udara.

Baca Juga:
Wusss... Ke Bandara Bebas Macet Pakai Taksi Terbang!

"Ini akan meringankan biaya calon penumpang pesawat, dan mungkin akan mendorong kembali masyarakat untuk dapat melakukan perjalanan udara," ujar Juliandra dikutip dari bisnis.com

Allat screening ini lebih terjangkau jika dibandingan dengan Rapid Antigen atau PCR.

Baca Juga:
Citilink Terbangi Rute Bandara Halim-Ternate

Direktur Angkasa Pura I Faik Fahmi senada dan mengatakan bahwa dengan digunakannya GeNose C19 pada moda transportasi udara maka akan mempercepat proses pemeriksaan penumpang pada area keberangkatan di bandara sebelum penumpang masuk ke dalam pesawat.

"Dengan digunakan GeNose C19 moda udara maka akan membantu akselerasi dari notice airport capacity, sehingga waktu untuk melakukan kegiatan pada penerbangan akan lebih singkat," ujarnya.

Direktur PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin juga mengatakan, akan mendukung penerapan GeNose C19 pada calon penumpang pesawat di bandara-bandaranya.

Untuk ini pihaknya mengharapkan ada landasan acuan peraturan untuk pelaksanaan pengunaan GeNose ini. Terlebih lagi tujuan utama dari alat ini dapat memastikan kalau calon penumpang bebas dari Covid-19.

"Kami terus berkontribusi optimal dalam mendukung aktivitas masyarakat dan turut mendorong pertumbuhan perekonomian, maka operasional harus memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dan Satgas Penanganan Covid-19,” tuturnya.

Dengan penerapan GeNose nantinya, protokol kesehatan tetap harus diterapkan dengan patuh.

Seperti diketahui, penerapan GeNose saat ini baru dilaksanakan di Stasiun dan Terminal bus AKAP secara acak.

Biaya GeNose Rp20.000 per orang jauh lebih hemat dibandingkan Rapid Antigen dan Swab PCR.