Tarif Sewa Kapal Tanker Berpotensi Melonjak

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 23/Feb/2021 07:57 WIB
Foto:ilustrasi/istimewa Foto:ilustrasi/istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Berdasarkan data pergerakan kapal tanker yang dikumpulkan oleh Bloomberg, jumlah kapal supertanker (VLCC) yang berlayar menuju pelabuhan di China melonjak ke tingkat tertinggi dalam 4 tahun terakhir untuk kedua kalinya dalam enam bulan terakhir yaitu mencapai 127 kapal tanker pada hari Jumat 6 Februari 2021.

Ini 50% lebih tinggi daripada lazimnya karena didorong pulihnya perekonomian China. Bloomberg memperkirakan bahwa kapal-kapal ini akan mengangkut sekitar 250 juta barel minyak.

Baca Juga:
Kapal Kargo Israel Diduga Diserang Iran saat Lintasi Teluk Oman

Terakhir kali terjadinya hal seperti ini adalah setelah anjloknya harga minyak sampai di bawah nol dan tarif sewa kapal tanker melambung ke titik tertinggi dalam sejarah, ketika China mengambil keuntungan dari minyak mentah murah untuk meningkatkan stok domestik.

Peningkatan pengiriman minyak disertai dengan tanda-tanda optimisme atas perbaikan permintaan minyak di China meskipun virus corona membatasi aktivitas perjalanan selama periode Tahun Baru Imlek.

Baca Juga:
Israel Tuding Iran Jadi Dalang Ledakan Kapal di Teluk Oman

CEO Royal Dutch Shell Plc, Ben Van Beurden mengatakan, bahwa penjualan bahan bakar di China kembali ke tingkat pertumbuhan yang signifikan.

Direktur Pusat Riset Ekonomi Energi China di Universitas Xiamen mengatakan kepada Global Times bahwa optimisme dalam prakiraan dan pemulihan ekonomi yang signifikan di China adalah pendorong utama bagi perusahaan minyak China untuk meningkatkan impor minyak mentah.

Baca Juga:
3 Kapal Kecelakaan, ini Aksi Indonesia Beri Jaminan Keselamatan Pelayaran di Selat Malaka

Nomura dan China International Capital Corporation memperkirakan ekonomi China akan berkembang 9% tahun, tertinggi dalam satu decade.

Pada tahun 2020, total impor minyak mentah China meningkat mencetak rekor baru meningkat 7.3% dari 2019 mencapai kisaran 540 juta ton, dengan nilai impor sebesar 188 miliar dolar AS, menurut Administrasi Umum Kepabeanan China.

Oil Chem, penyedia informasi energi dan kimia, memperkirakan impor minyak mentah China akan mencapai 585 juta ton tahun ini, yang mencapai rekor baru dengan peningkatan 8.3%.

Perlu diketahui bahwa kuota impor minyak mentah China tahun 2021 adalah 18% lebih tinggi daripada kuota impor tahun lalu. Sejauh ini, menurut data Kpler, penyedia data kapal tanker dunia, hanya di bulan Pebruari China mengimpor sekitar 333 juta barel minyak atau meningkat 38% dibandingkan bulan Desember 2020.

Apakah mungkin tarif sewa kapal tanker dunia mencapai tingkat tertinggi tahun lalu?

China adalah importir minyak mentah terbesar di dunia dengan 70% pasokan minyaknya berasal dari impor, maka pemulihan ekonomi China merupakan katalis yang positif bagi industri kapal tanker.

Melihat sejarahnya, pada semester pertama tahun 2020 di mana minyak mentah dan produk minyak secara global yang berada dalam kapal penyimpanan terapung mencapai puncaknya dengan 215 juta barel pada akhir bulan Juni, volume kepadatan di pelabuhan di China mengkontribusi sekitar 50% dari total volume global minyak dalam penyimpanan terapung selama Q3 2020 karena jumlah kedatangan kapal yang sangat besar.

Kepadatan di pelabuhan yang mengarah kepada peningkatan penggunaan kapal tanker sebagai penyimpanan terapung tercermin dari peningkatan utilisasi kapal tanker untuk tujuan tersebut dimana kapal tanker disewa sebagai tempat penyimpanan terapung untuk jangka waktu 7-30 hari mencapai 145 kapal pada Mei 2020.

Pada puncaknya, hampir seperempat dari total armada kapal tanker global (untuk semua kapal tanker jenis Handysize dan di atasnya) dikerahkan untuk tempat penyimpanan terapung dan mencapai tingkat tertinggi menurut data Vortexa.

Karena pasokan armada global menurun tajam, tarif sewa untuk kapal tanker LR2 mencapai puncaknya dikisaran 145.000 dolar AS per hari di 1H 2020.

Dengan banyaknya kapal tanker dunia yang menuju ke China saat ini, diperkirakan kepadatan di pelabuhan China akan terjadi dalam waktu dekat seperti yang terwujud pada pertengahan tahun lalu.

Ditambah dengan optimisme pasar di China, dapat diperkirakan bahwa kebutuhan atas tempat penyimpanan terapung gelombang kedua dan rekor tarif sewa tertinggi yang baru besar kemungkinan akan terjadi.(amt/sumber:suara.com) 

Tags :