AirAsia Sambut Baik Program Vaksinasi Covid-19 di Seluruh Dunia

  • Oleh : Naomy

Selasa, 23/Feb/2021 08:47 WIB
Pesawat AirAsia (dok) Pesawat AirAsia (dok)

 

SEPANG (BeritaTrans.com) - AirAsia menyambut baik program vaksinasi Covid-19 yang akan diluncurkan di Malaysia mulai minggu ini sebagai indikator awal pemulihan perjalanan internasional dalam waktu dekat.

Baca Juga:
Cuaca Buruk, Pesawat AirAsia Tujuan Belitung Putar Balik ke Bandara Soekarno-Hatta

Program vaksinasi yang saat ini tengah berlangsung di sejumlah negara destinasi AirAsia, seperti Indonesia, Singapura, Tiongkok, dan Australia juga menunjukan perkembangan yang signifikan. 

Indonesia bahkan telah memasuki program vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang menyasar lebih dari 38 juta masyarakat lanjut usia dan petugas pelayanan publik, termasuk petugas transportasi, sejak 17 Februari 2021.

Baca Juga:
Traveller, Ayo Borong Tiket AirAsia, Diskonnya hingga 60%

Indonesia sebelumnya telah melakukan vaksinasi tahap pertama terhadap lebih dari 1,2 juta masyarakat garda terdepan sejak 13 Januari 2021.

CEO AirAsia Group, Tony Fernandes mengatakan, “Setelah setahun berada di dalam ketidakpastian, senang rasanya ada harapan yang menunjukkan masa penuh tantangan ini akan segera pulih.”

Baca Juga:
Geger Benda Mirip Bangkai Pesawat AirAsia Ditemukan di Teluk Ranggau Kobar

Sementara itu, Thailand dan Filipina dijadwalkan akan memulai program vaksinasinya pada kuartal pertama tahun ini.

Sepanjang pandemi ini AirAsia telah secara intensif menerapkan inisiatif digital dan teknologi inovatif yang akan membuat pengalaman terbang menjadi lebih aman dan lancar pasca pandemi nantinya.

Dengan uji kesehatan yang lebih baik, pembukaan zona perjalanan terbatas (travel bubble) untuk wisata, ketersediaan obat antivirus, serta penggunaan paspor kesehatan digital yang mampu menampilkan catatan kesehatan di seluruh Asean dan sekitarnya nantinya diharapkan dapat semakin mempercepat pemulihan perjalanan secara global," urainya.

Pihaknya yakin AirAsia dapat pulih lebih cepat. Hal ini didukung oleh penerapan model bisnis berbiaya rendah, posisi di pasar saat ini, dan transformasi digital menjadi aplikasi super terkemuka di Asia untuk perjalanan dan gaya hidup yang telah membantu mengurangi dampak dari pandemi.

“Kami telah melalui berbagai krisis di masa lalu termasuk 9/11, epidemi flu burung SARS, sejumlah bencana alam tsunami dan gempa bumi, namun sejauh ini Covid-19 merupakan situasi paling menantang yang pernah kami hadapi," aku Tony.

Pembatasan perjalanan secara global seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Setelah melewati pengelolaan finansial yang ketat selama setahun, termasuk menghentikan operasional di Jepang dan mengurangi kepemilikan saham di India, akhirnya kami melihat peluang untuk pulih," ungkap dia.

Dia tetap optimistia akan mencapai target pendanaan sebesar MYR 2,5 miliar. Tahap pertama dari private placement hingga 20% dari total saham AirAsia Group Berhad telah diselesaikan minggu lalu yang menghasilkan sebanyak 11,07% penawaran senilai MYR 250 juta.

Hal ini jelas menunjukan kepercayaan pasar dan investor yang solid terhadap perusahaan.

“Kami sedang berupaya untuk mendapatkan persetujuan pinjaman dengan Skema Jaminan Prihatin Danajamin bulan depan. Secara bersamaan, kami tengah berdiskusi untuk mengupayakan pendanaan lainnya di sejumlah negara jaringan utama kami seperti Thailand, Indonesia, dan Filipina yang akan kami umumkan lebih lanjut," tutur Tony.

Langkah-langkah peningkatan modal dan pendanaan lainnya sedang dipertimbangkan, termasuk peningkatan modal untuk entitas digital kami. Puhaknya berharap kejelasan lebih lanjut mengenai semua upaya pendanaan dapat diketahui pada akhir Maret.

“Dengan situasi yang ada, saya merasa bangga pada seluruh Allstars yang tidak pernah putus asa melalui masa sulit ini dan kini saya sangat bersemangat untuk membawa mereka melewati masa pemulihan ini sembari kita bertransformasi menjadi sebuah aplikasi super untuk perjalanan, teknologi, dan gaya hidup di Asia. Kami berharap pemulihan dapat terwujud secara bertahap di tahun 2021 untuk semua pasar utama kami dan potensi pemulihan menyeluruh dalam dua tahun mendatang," tutup Tony. (omy)