Pesawat Pasokan NASA Tiba di Stasiun Antariksa Internasional

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 24/Feb/2021 00:03 WIB
Stasiun Antariksa Internasional diabadikan oleh kru Expedition 56 dari wahana antariksa Soyuz. Stasiun Antariksa Internasional diabadikan oleh kru Expedition 56 dari wahana antariksa Soyuz.

Jakarta (BeritaTrams.com) - Sebuah pesawat cadangan tak berawak Badan Penerbangan dan Antariksa (National Aeronautics and Space Administration/NASA) berlabuh di Stasiun Antariksa Internasional (International Space Station/ISS), Senin (22/2) dengan membawa lebih dari 3.600 kilogram peralatan penelitian dan pasokan ke laboratorium yang mengorbit itu.

Pesawat antariksa itu, yang dibangun oleh perusahaan kedirgantaraan Northrop Grumman, ditambatkan ke sisi ISS yang menghadap ke Bumi tidak lama setelah tiba.

Baca Juga:
2 Insinyur Asal Indonesia Ikut Bangun Pesawat dan Roket di AS

Selain membawa persediaan kebutuhan dasar untuk stasiun antariksa, kargo pesawat itu juga membawa sejumlah peralatan. Peralatan tersebut antara lain, alat-lat untuk melakukan penelitian ilmiah dalam pembuatan retina buatan untuk mengobati penyakit mata manusia karena penuaan; komputer canggih yang bisa dioperasikan dalam keadaan gravitasi nol; dan perangkat penelitian untuk mengetahui penyebab melemahnya otot yang dapat dialami astronaut dalam gaya berat mikro.

Northrop Grumman menamai kapsul pasokan itu S.S. Katherine Johnson, diambil dari nama ahli matematika NASA Amerika keturunan Afrika yang karyanya menjadi terkenal dalam film “Hidden Figures.” Perhitungan matematika Johnson berkontribusi pada 20 Februari 1962, dalam penerbangan yang menjadikan John Glenn sebagai orang Amerika pertama yang mengorbit Bumi.

Baca Juga:
NASA Berencana Terbangkan Helikopter di Mars untuk Kali Pertama

Pesawat pasokan itu meluncur dari Pulau Wallops di Virginia pada Sabtu (13/2), dan akan tetap berada di stasiun antariksa hingga Mei ketika wahana antariksa itu kembali ke Bumi membawa beberapa ton sampah.

(sumber:voaindonesia.com)

Baca Juga:
Hasil Uji Coba Roket NASA Buatan Boeing Tak Sesuai Harapan