NASA Bersama Boeing Bikin Pesawat Ramah Lingkungan

  • Oleh : Redaksi

Minggu, 22/Janu/2023 09:45 WIB
Pesawat ramah lingkungan Boeing dan NASA (Foto: CNN) Pesawat ramah lingkungan Boeing dan NASA (Foto: CNN)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Teknologi penerbangan komersial yang diklaim lebih ramah lingkungan mungkin akan segera hadir. NASA dan Boeing sedang mengusahakannya.

Melansir CNN, Ahad (22/1/2023), dalam proyek Sustainable Flight Demonstrator mereka sedang membangun, menguji, dan menerbangkan pesawat lorong tunggal rendah emisi. Dekade ini jadi rentang operasinya.

Baca Juga:
CEO Boeing Buka Suara Atas Insiden Kecelakaan Pesawat 737 Max 9

"Tujuan kami untuk memproduksi dan menguji pesawat demonstran skala penuh yang akan membantu menghasilkan pesawat komersial masa depan yang lebih hemat bahan bakar. Jika berhasil, teknologi ini akan diluncurkan pada tahun 2030-an," kata Administrator NASA, Bill Nelson.

Penerbangan uji pertama dari pesawat eksperimental ini akan dilakukan pada tahun 2028. Tujuannya adalah agar teknologi tersebut dapat melayani sekitar 50% pasar komersial melalui pesawat lorong tunggal, untuk jarak pendek hingga menengah.

Baca Juga:
Boeing: Armada Pesawat di Asia Tenggara Akan Bertambah Hampir 4 Kali Lipat dalam 20 Tahun ke Depan

Saat ini, sebagian besar maskapai bergantung pada pesawat lorong tunggal. Itu yang menyumbang hampir setengah dari emisi penerbangan di seluruh dunia, menurut NASA.

Mengembangkan teknologi baru untuk mengurangi penggunaan bahan bakar dapat mendukung tujuan pemerintahan Biden untuk mencapai emisi karbon penerbangan nol-bersih pada tahun 2050, sebagaimana tercantum dalam Rencana Aksi Iklim Penerbangan AS.

Baca Juga:
Ditjen Hubud dan Boeing Tandatangani MoU Kerja Sama Penerbangan

Boeing memperkirakan bahwa permintaan untuk pesawat satu lorong baru akan meningkat sebanyak 40.000 pesawat antara tahun 2035 dan 2050.

Desain yang sedang dikerjakan NASA dan Boeing dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi hingga 30% dibandingkan dengan pesawat paling efisien saat ini, menurut agensi tersebut.

Konsep ini dinamai Transonic Truss-Braced Wing. Teknologi itu mengandalkan sayap tipis memanjang yang distabilkan oleh penyangga diagonal yang menghubungkan sayap ke pesawat.

Bentuk desainnya menghasilkan hambatan yang lebih sedikit, yang berarti membakar lebih sedikit bahan bakar. Sustainable Flight Demonstrator juga akan menggabungkan teknologi penerbangan ramah lingkungan lainnya.

Kemitraan tersebut, didukung oleh Funded Space Act Agreement, dengan sokongan dana sebesar USD 425 juta dari NASA selama tujuh tahun. Boeing dan mitranya berkontribus sebesar USD 725 juta.(fhm)