Penumpang Lion Air yang Sesak Napas di Pesawat Meninggal di RS, Ini Kronologinya

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 25/Feb/2021 23:02 WIB
Ilustrasi pesawat Lion Air. Ilustrasi pesawat Lion Air.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pesawat Lion Air penerbangan JT-797 dari Bandara Internasional Sentani, Jayapura, Papua menuju Bandara Sultan Hasanuddin, di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan pengalihan pendaratan ke Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (24/2/2021). 

Pengalihan pendaratan dilakukan karena ada salah satu penumpang yang mengalami sesak napas, hingga tak sadarkan diri, sehingga membutuhkan pertolongan. Namun, Lion Air mendapat kabar dari pihak rumah sakit di Ambon, penumpang tersebut meninggal dunia. 

Baca Juga:
Pesawat Lion Air Balik ke Bandara Juanda akibat Kontrol Kemudi Bermasalah

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resminya, Kamis (25/2), menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. 

Dijelaskan dalam penerbangan dari Jayapura ke Makassar, Lion Air mendapat informasi secara langsung dari FD (34) yang sesuai boarding pass duduk di kursi 34A, bersama pendamping di nomor 34C bahwa keadaan sehat yang membutuhkan kursi roda karena kaki terkilir ketika menuju Bandar Udara Mopah, Merauke, Papua, Rabu (24/2). 

Baca Juga:
Perempuan ini Sukses 30 Kali Naik Pesawat Tanpa Tiket, Termasuk jadi Penumpang Gelap British Airways

Menurut Danang, FD pada hari itu memiliki tiket perjalanan udara dari Bandara Mopah-Bandara Internasional Sentani-Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dengan tujuan akhir Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. 

“Ketika transit (singgah) tanpa pindah pesawat (stay on board) di Jayapura, penanganan penumpang berdasarkan standar operasi serta tidak ada keluhan dari FD,” kata Danang. 

Baca Juga:
Lion Air Gratiskan Rapid Test Antigen untuk Penumpang di 13 Rute Termasuk Bandung, Kualanamu, Padang, Pekanbaru, Palembang dan Batam

Danang menambahkan untuk sektor Jayapura ke Makassar, maskapai Lion Air tersebut telah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan dan dinyatakan laik terbang dan beroperasi. 

Jadwal keberangkatan JT-797 pukul 14.05 WIT dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 16.30 WIT. Pesawat membawa tujuh awak pesawat, 127 penumpang dewasa dan tiga balita. 

“Kira-kira 120 menit setelah lepas landas dari Jayapura, penumpang dimaksud mengaku sesak di bagian dada kemudian tidak sadarkan diri,” ungkap Danang. 

Dia menambahkan Pimpinan Awak Kabin atau Senior Flight Attendant (SFA) Emeralda Francisca, bersama kru lainnya menghampiri langsung guna mengetahui kondisi aktual penumpang. 

Setelah mendapatkan informasi detail dan pengamatan, SFA segera melakukan pengumuman apakah dalam penerbangan terdapat profesi dokter. “Di penerbangan JT-797 tidak terdapat tenaga medis (kesehatan),” katanya. 

Dilanjutkan, berdasar prosedur kerja penanganan penumpang, awak kabin segera memberikan POB (tabung oksigen portabel) dengan tindakan melonggarkan pakaian yang mengikat, membersihkan wajah penumpang, menyandarkan kursi serta memasangkan masker oksigen. 

Danang menjelaskan, dalam situasi seperti itu dan guna memberikan pelayanan terbaik, Pilot Capt Bellia Dody Setiawan setelah koordinasi dengan awak kabin memutuskan untuk pengalihan pendaratan ke bandara terdekat, yakni Bandara Internasional Pattimura. 

“Pilot menginformasikan kepada petugas lalu lintas udara dan petugas darat, dalam penerbangan terdapat satu penumpang yang membutuhkan penanganan kesehatan lebih lanjut,” katanya. 

Danang menjelaskan, pukul 16.09 WIT, petugas layanan darat Lion Air di Bandara Internasional Pattimura menghubungi tim medis serta rumah sakit terdekat. Pesawat pun mendarat pada 16.22 WIT di Bandara Internasional Pattimura. 

Menurut Danang, ketika posisi pesawat sudah sempurna dan berada di landas parkir, tim medis bersama petugas Lion Air melakukan penanganan dan penjemputan dari pintu pesawat bagian belakang, kemudian dibawa ke rumah sakit. 

“Lion Air mendapatkan informasi dari pihak rumah sakit, penumpang FD meninggal dunia. Yang menyatakan adalah tim medis rumah sakit,” katanya. 

Lion Air Group dan seluruh karyawan mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya FD di rumah sakit. 

“Petugas Lion Air di Ambon bersama pendamping membantu proses pengurusan jenazah dan bebas administrasi,” jelasnya. 

Danang menuturkan, hari ini Lion Air memfasilitasi dengan memberangkatkan almarhum FD beserta pendamping menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Batik Air pukul 09.20 WIT, dan sudah mendarat pada pukul 10.50 WIB. 

Lion Air juga menyampaikan terima kasih atas koordinasi awak pesawat, tenaga medis, pengelola bandar udara, petugas lalu lintas udara serta pihak lainnya dalam penanganan satu penumpang JT-797 tersebut.  

“Lion Air penerbangan JT-797 kembali mengudara dari Bandar Udara Internasional Pattimura pukul 17.15 WIT. Pesawat tiba pada 17.45 WITA di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin,” katanya. 

Danang memastikan Lion Air JT-797 telah dijalankan sebagaimana standar operasional prosedur (SOP) dan pedoman protokol kesehatan. Lion Air JT-797 dipersiapkan secara baik. 

Semua penumpang serta awak pesawat sudah menjalani pemeriksaan kesehatan Covid-19 dengan dinyatakan negatif. 

“Sebelum masuk ke pesawat udara (ketika berada di terminal keberangkatan) surat hasil uji kesehatan sudah diverifikasi oleh petugas medis dari lembaga yang berwenang,” katanya. (fahmi)