Waduh, Candi Borobudur Kini Hanya Bisa Dikunjungi 128 Orang Per Hari?

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 13/Mar/2021 06:37 WIB
Candi Borobudur Candi Borobudur

MAGELANG (BeritaTrans.com) - Waduh Candi Borobudur idealnya kini hanya bisa dikunjungi 128 orang saja per hari.

Baca Juga:
Menparekraf Dukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Padat Karya Restorasi Terumbu Karang 2021

Hal itu berdasar hasil studi Balai Konservasi Borobudur belum lama ini.

Ya, ada masalah utama yang terjadi pada Candi Borobudur saat ini adalah tekanan besar terhadap strukturnya. 

Baca Juga:
Dukung PPKM Darurat, Kemenparekraf Instruksikan Destinasi Wisata dan Sentra Ekonomi Kreatif Ditutup Sementara

Hal itu disebabkan oleh peningkatan wisatawan candi, yang mencapai 8.000 orang perhari pada 2019. 

“Saat ini pemerintah tengah melakukan penajaman dan penerapan Rencana Induk Pariwisata Terpadu Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, untuk mengembangkan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur menjadi pariwisata berkualitas,” jelas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, di Magelang, Jumat (12/3/2021). 

Baca Juga:
Kolaborasi Berbagai Pihak Dorong Peningkatan Sektor Parekraf Kolaka

Luhut memimpin Rakor dan Peninjauan Lapangan terkait Pengembangan Destinasi Super Prioritas Borobudur.

Untuk memastikan agar dampak pelestarian Candi Borobudur berkelanjutan, juga akan melibatkan masyarakat secara aktif. 

Salah satunya peran mahasiswa, untuk memperdalam studi kawasan Borobudur sehingga tumbuh sense of belonging terhadap kawasan ini. 

"Dengan demikian, akan tumbuh rasa bertanggungjawab untuk merawat dan melestarikan peninggalan ini hingga ke generasi mendatang,” lanjutnya. 

Luhut melanjutkan bahwa melalui kunjungan tersebut, pemerintah akan menyiapkan kawasan Candi Borobudur menjadi laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf internasional. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur diarahkan menjadi destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan. 

Seiring dengan itu pengembangannya akan tetap memerhatikan keutuhan dan kelestarian Candi Borobudur sebagai peninggalan bersejarah bangsa Indonesia. 

"Borobudur adalah satu dari lima destinasi super prioritas yang sudah ditetapkan pemerintah. Kami akan all out untuk mendukung rencana Borobudur ini menjadi destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan," kata Menparekraf. 

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengemukakan Candi Borobudur menyandang beberapa status, yaitu Warisan Dunia, Kawasan Cagar Budaya peringkat nasional, Kawasan Strategis Nasional, Obyek Vital Nasional, dan terakhir sebagai salah satu DPSP. 

Karenanya, mengedepankan pembenahan keseluruhan tata kelola dari perlindungan sampai pemanfaatan untuk memaksimalkan potensi kawasan ini. 

“Pengembangan atraksi-atraksi penunjang pada sejumlah titik di sekitar Kompleks Candi Borobudur sejatinya bertujuan untuk menyebar kunjungan wisata, sehingga mengurangi beban pada Candi Borobudur itu sendiri. Hal ini harus selaras dengan semangat melindungi lansekap budaya Kompleks Candi Borobudur,” tutur Mendikbud. (omy)