Bitung Ambil Peran dalam Optimalisasi Muatan Tol Laut

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 19/Mar/2021 16:17 WIB
Pengawasan angkutan Tol Laut di Bitung, Sulawesi Utara Pengawasan angkutan Tol Laut di Bitung, Sulawesi Utara

 

Baca Juga:
Dukung Peningkatan Perekonomian Sumbar via Laut, Kemenhub Bahas Penetapan Alur Pelayaran Pelabuhan Tua Pejat

BITUNG (BeritaTrans.com) – Keberadaan Tol Laut tidak hanya untuk menekan disparitas harga antardaerah, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. 

KSOP Bitung, Sulawesi Utara ambil peran dalam optimalisasi muatan Tol Laut.

Baca Juga:
Kemenhub Siapkan Regulasi Teknis Pengembangan dan Penguatan Pelayaran Rakyat

Banyak potensi produk-produk lokal unggulan yang dapat menjadi komoditi untuk dikirim ke daerah lain. 

Peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai jika muatan balik Tol Laut dapat dioptimalkan.

Baca Juga:
Jelang Idul Adha Pergerakan Lalulintas Kapal Masuk dan Keluar di Pelabuhan Tanjung Priok Cenderung Normal

Dengan begitu, produk-produk lokal bisa terkirim ke pasar yang lebih jauh dan menguntungkan.

"Kami melakukan sejumlah langkah yaitu peningkatan pengawasan dan koordinasi serta bersinergi dengan instansi terkait, guna memberikan manfaat yang signifikan terhadap optimalisasi muatan," jelas Kepala Kantor KSOP Bitung Mursidi di Bitung Sulawesi Utara, Jumat (19/3/2O21).

Dia mengungkapkan, saat ini terdapat dua armada yang merupakan fasilitas angkutan laut yang dipakai untuk menunjang suksesnya Tol Laut.

Keduanya yaitu KM. Kendhaga Nusantara I dan KM. Kendhaga Nusantara XIII. 

“Dua armada ini mempunyai rute yang berbeda,” katanya.

Sejak Januari sampai pertengahan Maret 2021 ini, KM. Kendhaga Nusantara 1 melayani rute pelayaran Ulu Siau/Tagulandang - Tahuna - Lirung/Melonguane – Miangas – Marore – PP.

Kapal telah mengangkut muatan balik sebanyak satu box berisi mobil dan 28 box Kopra asal Pelabuhan Tahuna, 55 box Kopra, delapan box Arang dan 12 box Ikan (Reefer) tiga komoditi ini asal pelabuhan Lirung/Melonguane.

Sedangkan muatan dari pelabuhan Bitung, dua box Beras dan empat box Beras dengan tujuan Pelabuhan Lirung/Melonguane, dengan total empat call sebanyak empat kali.

Disamping itu, KM. Kendhaga Nusantara 13 melayani rute pelayaran Luwuk – Pagimana – Bunta – Matangisi – Ampana – Parigi/Tinombo – Tilamuta.

"Kapal telah mengangkut muatan balik sebanyak 13 box berisi Beras asal Pelabuhan Parigi/Tinombo. Sedangkan muatan dari Bitung, 53 box berisi Semen dengan tujuan pelabuhan Luwuk, Pagimana, Bunta, Matangisi, dan juga tiga box berisi Air Mineral dengan tujuan Pelabuhan Parigi/Tinombo," beber Mursidi.

Petugas pengawas KSOP Bitung kata dia, telah melaksanakan pengawasan lapangan saat KM Kendhaga Nusantara 13 yang sementara melakukan pemuatan, 38 box Semen dan 10 box Air Mineral.

Dari hasil pengawasan yang dilakukan, kegiatan bongkar-muat Tol Laut terpantau aman dan lancar. 

Selain itu, kontainer Tol Laut belum memiliki tempat menginap di Pelabuhan Bitung, sehingga kontainer tersebut tetap dibawa berlayar meski dalam keadaan kosong. 

“Berdasarkan hasil pengawasan tersebut, pihaknya akan terus berupaya mendorong optimalisasi muatan kepada seluruh pihak terkait sehingga potensi produk lokal dapat dikenal dan mendapat keuntungan di pasar-pasar daerah lain yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Mursidi. (omy)