Ambon New Port Dinilai akan Angkat Perekonomian Kawasan Timur Indonesia

  • Oleh : Naomy

Senin, 22/Mar/2021 19:21 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ketua MSH James Talakua Presiden Joko Widodo dan Ketua MSH James Talakua

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Ambon New Port dan Maluku Lumbung Ikan dinilai akan angkat perekonomian di kawasan Timur Indonesia (KTI).

Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat dijadwalkan akan datang ke Maluku didampingi para Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga:
Sah, Terminal Multipurpose Wae Kelambu NTT Diresmikan Presiden

Untuknya, Maluku Satu Hati (MSH) siap menyambut kedatangannya.

Presiden melihat dari dekat proses vaksinasi Covid-19 serta kesiapan proyek Lumbung Ikan Nasional dan lokasi pembangunan Ambon New Port.

Baca Juga:
Presiden Resmikan Holding Pelindo di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu NTT

Ketua Umum MSH James Talakua mengatakan, masyarakat Maluku antusias menyambut kedatangan Presiden untuk melihat dari dekat keadaan masyarakat dan kemajuan-kemajuan yang dicapai serta rencana pembangunan di Maluku. 

“Kami bersama seluruh komponen masyarakat Maluku siap menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Kunjungan Presiden selalu kami nantikan karena selalu memberikan spirit bagi pembangunan Maluku,” urainya di Jakarta, Senin (22/3/2021).  

Baca Juga:
Forkami Harap Dirjen Hubla Mendatang Berani Buat Gebrakan

Sebagai salah satu pendukung Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam Pemilu Presiden 2019, MSH kata dia  menyatakan dukungannya terhadap proyek nasional untuk menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional.

Menurut James, proyek strategis tersebut akan mampu memberikan dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi di KTI.

Bahkan akan mengangkat Maluku yang selama ini masih daerah tertinggal. 

“Soekarno berkata, tanpa Maluku, tidak ada Indonesia. Ini saatnya membangun Maluku dan keluar dari sebutan daerah tertinggal melalui proyek strategis ini, ” ujar dia.

Terhadap proyek ini, Pemerintah telah mempersiapkan ekosistem industri, yakni  infrastruktur dasar pelabuhan perikanan dan memastikan ketersediaan komoditas laut sebagai bahan dasar berlangsungnya produksi di kawasan lumbung ikan nasional tersebut.

Pelabuhan perikanan yang akan dibangun akan sangat modern dan berkonsep integrasi dari hulu hingga hilir.

Dengan begitu, proses bisnis dan logistik industri perikanan yang akan dibangun nantinya  akan berjalan secara efektif.

Dengan konsep ini, menurut James, Maluku dan daerah sekitarnya dapat menjadi Lebih berkembang dan berkemajuan. 

“Kami melihat program Pemerintah ini akan memberikan multiflier effect yang besar terhadap perekonomian masyarakat Maluku dan daerah sekitarnya,” ungkapnya.

Ambon New Port maupun pelabuhan perikanan terintegrasi termasuk dalam proyek strategis nasional yang akan dibangun dengan menggunakan anggaran pemerintah pusat, dan diproyeksikan rampung dan beroperasi pada 2023.

James yang juga Ketua Forum Komunikasi  Maritim Indonesia (Forkami) menilik letak geografis Maluku yang strategis secara regional maupun internasional dan perbatasan langsung dengan Australia, Timor Leste dan Papua Nugini.

"Sudah seyogyanya Maluku memiliki pelabuhan besar yang mampu menampung kapal-kapal besar," ucap dia.

Ambon New Port juga akan mampu mengakselerasi pembangunan di KTI. 

Meningkatkan akses pasar ekspor komoditas Indonesia, menciptakan peluang investasi di sektor maritim dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi putera-puteri Indonesia.

Berdasarkan studi kelayakan Bank Dunia, investasi yang dapat dikembangkan di pelabuhan tersebut antara lain,  pembangunan terminal peti kemas, fasilitas penyimpanan gas alam atau LNG, pembangkit listrik, pasar pusat perikanan bertaraf internasional, kawasan logistik dan sebagainya. (omy)