Ahmad Yani: Perusahaan Angkutan Umum Wajib Berkontribusi Wujudkan Layanan Berkeselamatan

  • Oleh : Naomy

Senin, 22/Mar/2021 21:53 WIB
Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani memukul gong tandai pembukaan Semiloka Pengusahaan Angkutan Jalan di Yogyakarta, Senin (22/3/2021) malam Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani memukul gong tandai pembukaan Semiloka Pengusahaan Angkutan Jalan di Yogyakarta, Senin (22/3/2021) malam

 

YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) - Ditektur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani menegaakan, Perusahaan angkutan umum wajib berkontribusi wujudkan layanan berkeselamatan.

Baca Juga:
BTS Dinilai Tingkatkan Aksesibilitas dengan Layanan Bagus dan Terjangkau

Menurutnya, dalam menjalankan roda perekonomian untuk kemajuan bangsa dan negara, transportasi merupakan pendukungnya.

"Sebagai penyelenggara angkutan umum harus hadirkan yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau," ujar Yani di sela pembukaan Semiloka Pengusahaan Angkutan Umum di Yogyakarta, Senin (22/3/2021).

Baca Juga:
Gandeng BMKG, Ditjen Hubdat Gelar Bimtek Keselamatan Angkutan SDP

Faktor manusia (human error) dianggap faktor yang paling banyak berkontribusi dalam kejadian kecelakaan. 

Untuk itu insan pengemudi dan teknisi kendaraan harus saling bekerjasama untuk menjamin kendaraan beroperasi dengan kondisi baik dan prima. 

Baca Juga:
Kemenhub Gelar Sertifikasi Pengemudi di PTDI Bekasi, PKTJ Tegal, dan Poltrada Bali

Banyak kecelakaan angkutan yang terjadi di jalan seperti kecelakaan bus pariwisata baru-baru ini di Sumedang dan kecelakaan bus yang terjadi di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Untuknya banyak hal yang harus dilakukan pemerintah di antaranya Mengadakan pertemuan dengan para operator Angkutan umum untuk meningkatkan keselamatan pelayanan angkutan umum di jalan.

"Kami juga mengajak para operator pengusaha angkutan umum untuk turut serta menjadi duta keselamatan transportasi," ungkapnya.

Sedangkan terkait memberikan pembinaan dan pelatihan bagi insan pengemudi, merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah.

Melakukan sosialisasi kepada para teknisi yang ada di perusahaan angkutan umum terkait perkembangan teknologi kendaraan bermotorm

"Memberikan perlindungan kepada perusahaan angkutan umum dengan menjaga keseimbangan supply dan demand angkutan umum dan melakukan evaluasi terhadap pelayanan angkutan jalan," ujar dia.

Yani berharap dengan selenggaraan perdana Semiloka ini dapat menjadi semangat untuk twrwujudnya keselamatan transportasi. (omy)