Pertamina International Shipping Mengintegerasikan Seluruh Kapal yang Dioperasikan

  • Oleh : Bondan

Sabtu, 27/Mar/2021 22:48 WIB
Kapal tanker Pertamina. Foto: Pertamina.com Kapal tanker Pertamina. Foto: Pertamina.com

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pihak PT Pertamina International Shipping (PIS), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas dan pelayanan untuk energi Indonesia. 

Dalam mewujudkan komitmen tersebut, Pertamina International Shipping menyelaraskan langkah seluruh organ di PT Pertamina International Shipping, agar dapat bergerak maju dalam harmoni untuk mencapai tujuan dan menjaga bisnis perusahaan yang berkelanjutan.  

Salah satu program unggulan Direktorat Operasi adalah pelaksanaan program Integrated Tonnage Management. Program tersebut merupakan program untuk mengintegrasikan seluruh kapal yang dioperasikan untuk melayani kebutuhan pengangkutan domestik dan internasional baik captive market maupun non-captive market.

Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan serta profit perusahaan. Selain itu, juga sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

"Saya sangat yakin dan percaya, bahwa Seluruh Perwira Pertamina khususnya Perwira Milenial Direktorat Operasi akan siap dan mampu menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Kami maju bersama dengan kekuatan penuh menyongsong masa depan PIS, Shipping The Energy Worldwide, Energizing The Nation with Pride, PT PIS Delivering Promises," ujar Arief Kurnia Risdianto, Direktur Operasi PIS dalam siaran pers, Jumat (26/3). 

Komitmen ini sejalan dengan visi PIS yaitu sebagai perusahaan Shipping terkemuka di Asia, mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang juga dituangkan dalam misi sebagai agen pembangunan ekonomi Indonesia. Tujuan peningkatan penggunaan produk dalam negeri di lingkungan Pertamina Grup adalah untuk memberdayakan industri dalam negeri.

Pada tahun 2020, nilai TKDN PIS mencapai 40,42%. Nilai tersebut terdiri atas 20 unit kapal yang telah dibangun di 4 galangan dalam negeri, di mana hal ini telah melebihi nilai minimum yang harus dipenuhi yaitu 30%. 

Arief menegaskan pihaknya ingin terus berupaya untuk meningkatkan penggunaan barang serta jasa dari Indonesia dengan cara memberdayakan produk-produk dalam negeri serta mengurangi penggunaan barang-barang impor, seperti penggunaan kapal-kapal berbendera Indonesia, yang dimiliki oleh perusahaan pelayaran nasional Indonesia, serta diawaki oleh orang Indonesia, untuk berlayar baik di dalam negeri maupun di perairan internasional. 

"Tentunya kami ingin meningkatkan nilai TKDN secara konsisten. Harapannya adalah agar perekonomian Indonesia semakin baik," tutupnya. (Kontan.co.id)