Perhatikan Kesejahteraan Pelaut, Kemenhub Gelar Bimtek Usaha Keagenan Awak Kapal

  • Oleh : Naomy

Kamis, 01/Apr/2021 06:34 WIB
Dirkapel Capt. Hermanta Dirkapel Capt. Hermanta

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Fungsi Perkapalan dan Kepelautan Bagi Pemegang Surat Izin Usaha Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal (SIUPPAK). 

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hermanta menjelaskan, maksud dan tujuan bimtek ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam mengoptimalkan kegiatan usaha perekrutan dan penempatan awak kapal secara komprehensif dan terukur.

Baca Juga:
Kemenhub Kukuhkan 32 Marine Inspector dan 29 Asisten MI

"Dengan begitu kelak dapat meningkatkan perekonomian nasional serta perlindungan dan kesejahteraan pelaut," tuturnya di Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Capt. Hermanta mengungkapkan, Indonesia merupakan bangsa yang besar di mana sektor pelayaran memiliki peran yang sangat stategis. Oleh karena itu, bimtek terkait usaha keagenan awak kapal sangat penting untuk dilakukan mengingat jumlah pelaut Warga Negara Indonesia (WNI) semakin meningkat.

Baca Juga:
Antisipasi Tingginya Gelombang Arus Balik, Ditjen Hubla Terjunkan KN Mengkara Angkut Penumpang Rute Bira-Selayar Secara Gratis

"Dalam catatan kami saat ini jumlah pelaut yang telah memiliki kompetensi pelaut yang siap untuk berkiprah di pasar tenaga kerja nasional maupun internasional berjumlah 1.016.738 orang," ungkapnya.

Selain itu, Capt Hermanta menegaskan isu kepelautan juga menjadi penting sehubungan dengan maraknya pemberitaan terkait kondisi pelaut atau Anak Buah Kapal (ABK) WNI yang bekerja di atas kapal asing. 

Baca Juga:
Kemenhub Kukuhkan 35 Auditor ISM Code

"Pelaut yang bekerja diatas kapal pada kapal berbendera asing menjadi perhatian pemerintah maupun masyarakat, di mana perlunya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan bagi pelaut khususnya di masa pandemi Covid-19 ini," tegasnya.

Dengan diselenggarakannya Bimtek ini, Capt Hermanta berharap agar dapat menjadi motor penggerak utama untuk meningkatkan pelayanan jasa di bidang usaha perekrutan dan penempatan awak kapal yang akuntabel, profesional, dan berdaya saing.

"Tujuannya agar pelaut mendapatkan kesempatan bekerja yang layak di atas kapal dalam menyongsong perubahan perkembangan industri 4.0 serta pembangunan SDM pelaut melalui kegiatan perekrutan dan penempatan awak kapal guna menunjang visi Indonesia sebagai poros maritim dunia dan mensukseskan tol maritim nasional," ujarnya.

Acara Bimtek ini juga dihadiri oleh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Asdep Hukum dan Perjanjian Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Adapun substansi perekrutan dan penempatan awak kapal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 2000 tentang kepelautan dan peraturan Menteri Perhubungan No 84 Tahun 2013 tentang perekrutan dan penempatan awak kapal.

Selain itu juga dalam pemenuhan kesesuaian konvensi internasional tentang ketenagakerjaan maritim yang telah diratifikasi melalui undang-undang No 15 Tahun 2016 merupakan dasar pelaksanaan kegiatan usaha perekrutan dan penempatan awak kapal yang perlu menyesuaikan kebutuhan secara berkelanjutan di masa mendatang khususnya bagi pelaut Warga Negara Indonesia (WNI). (omy)