Oleh : Naomy
BANTEN (BeritaTrans.com) – Memastikan keselamatan pelayaran pada masa Natal Tahun 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan melaksanakan rangkaian kegiatan Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Merak Banten dan Pelabuhan Surabaya.
Pelaksanaan Uji Petik ini merujuk pada Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 7 Tahun 2024 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Natal Tahun 2024 dan Tahun Baru 2025.
Selanjutnya juga Keputusan Direktur Perkapalan dan Kepelautan Nomor KP.DK 17 Tahun 2024 tentang Pembentukan Tim Pelaksanaan Kegiatan Pengendalian Transportasi Laut Pada Masa Natal Tahun 2024 dan Tahun Baru 2025 yang mulai dilaksanakan sejak 1 November 2024.
Baca Juga:
Ditjen Hubla Berhasil Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK WNI dari Korsel
Uji Petik di Pelabuhan Merak, Banten dilaksanakan pada 26 November 2024 oleh Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan yang dipimpin Yusuf Sukma Bhaskara selaku Ketua Tim Uji Petik.
Uji Petik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dilakukan bersama Kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) didampingi Kepala Bidang Perkapalan dan Kepelautan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, yang dipimpin Capt. Maltus Jackline Kapistrano selaku Kasubdit Keselamatan Kapal pada 22 November 2024.
Baca Juga:
Kemenhub Kampanye Kespel dalam Program Quick Win 100 Hari di Sorong - Papua
Usai dilaksanakan pemeriksaan, Tim Uji Petik berkesimpulan bahwa secara umum kondisi kapal penumpang yang akan beroperasi dalam keadaan baik dan laiklaut, hanya terdapat beberapa temuan minor pada kapal yang harus segera dilakukan perbaikan.
Terhadap beberapa ketidaksesuaian, Tim Uji Petik memberikan rekomendasi guna pemenuhan ketidaksesuaian tersebut paling lambat 30 November 2024 dan bila hingga batas waktu yang telah ditentukan belum dipenuhi, maka kapal dilarang beroperasi sampai ketidaksesuaian dipenuhi.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt. Hendri Ginting mengimbau kepada seluruh operator dan nahkoda kapal yang melayani Angkutan Nataru dapat melakukan self inspection untuk memastikan armadanya dalam keadaan baik dan laiklaut.
“Melalui Uji Petik ini, kami ingin memastikan armada angkutan laut yang beroperasi sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan mengikuti kaidah-kaidah keselamatan pelayaran,” tuturnya.
Uji Petik Kelaiklautan Kapal ini untuk meningkatkan pengawasan dalam penerapan ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal, serta menindaklanjuti hasil evaluasi terhadap laporan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) guna memenuhi standar ketentuan yang berlaku.
“Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama. Kami berharap seluruh pengguna jasa transportasi laut dapat melakukan perjalanan dengan nyaman, aman dan selamat,” tutup Capt. Hendri. (omy)