Pemerintah Amerika Tak Dukung Paspor Vaksin

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 07/Apr/2021 05:59 WIB


WASHINGTON DC (BeritaTrana.com) - Pemerintah Amerika Serikat tidak tertarik untuk membuat paspor atau sertifikat vaksin dalam bentuk apapun. Meski begitu, Gedung Putih pada Selasa (6/4) waktu setempat menyatakan tidak melarang bila pebisnis swasta mengeksplorasi ide tersebut.

"Pemerintah tidak sekarang, juga tidak akan, mendukung sistem yang mengharuskan orang Amerika untuk membawa sebuah kredensial [paspor/sertifikat vaksin]," kata Sekretariat Pers Gedung Putih, Jen Psaki.

Baca Juga:
Emirates Kerjasama Dengan United, Terbang ke AS Jadi Makin Mudah

"Tidak akan ada database vaksinasi federal dan tidak ada mandat federal yang mewajibkan setiap orang untuk mendapatkan satu kredensial vaksinasi," lanjutnya.

Paspor atau sertifikat vaksin yang menunjukkan seseorang telah diimunisasi Covid-19 telah menjadi perbincangan di seluruh dunia.

Baca Juga:
Gendeng Abis! Pria ini 4 Kali Masturbasi di Samping Wanita Dalam Pesawat Southwest Airlines

Dokumen tersebut dianggap sebagai bukti kuat yang bisa digunakan oleh negara yang ingin membuka perbatasannya secara aman berkaitan dengan pertemuan massal ataupun pariwisata.

Namun gagasan tersebut juga menimbulkan kritikan. Sertifikat atau paspor vaksin itu dinilai sebagai potensi pelanggaran privasi juga hak sipil seseorang.

Baca Juga:
Ada Gangguan Teknis, Boeing 737-800 United Airlines Alihkan Pendaratan

Psaki menyebut minat terbesar ide itu datang dari bisnis swasta yang ingin membuka kembali lokasi di mana "ada banyak orang" di sana, seperti stadion atau pun teater.

Psaki mengatakan pemerintah AS akan merilis "panduan" dengan "jawaban penting atas pertanyaan yang dimiliki warga Amerika khususnya seputar kekhawatiran tentang privasi, keamanan, ataupun diskriminasi".

"Kepentingan kami sangat sederhana dari pemerintah federal, yaitu privasi dan hak warga Amerika harus dilindungi, dan agar sistem ini tidak digunakan terhadap orang secara tidak adil." lanjut Psaki.

​​​Gedung Putih sebelumnya menyatakan Presiden Joe Biden bakal mengumumkan, pada Selasa petang waktu setempat, bahwa seluruh warga Amerika Serikat berusia 16 tahun ke atas berhak divaksin mulai 19 April mendatang.

Target tersebut lebih cepat dua pekan dari yang sebelumnya diagendakan pada 1 Mei. Hal ini disebut Gedung Putih karena AS telah memberikan 150 juta dosis sejak Biden berkuasa.

Biden akan mengarahkan negara bagian untuk memperluas jangkauan vaksinasi pada 19 April. Hingga saat ini, belum ada vaksin yang diizinkan untuk anak di bawah 16 tahun meski pengujian terus dilakukan.

"Presiden mengonfirmasikan kepada publik bahwa setiap orang berhak [atas vaksin] di seluruh negeri," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki kepada wartawan Selasa (6/4) pagi waktu setempat.

Psaki menyebut, hal itu berarti warga Amerika Serikat tak perlu lagi memeriksa laman negara bagian dan wilayah untuk melihat apakah mereka memenuhi syarat mendapatkan vaksin.

(AFP)