Luhut Singgung Grab dan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

  • Oleh : Bondan

Jum'at, 23/Apr/2021 09:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Foto: CNBCIndonesia.com. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Foto: CNBCIndonesia.com.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi Grab untuk membangun ekosistem transportasi yang berkelanjutan. Dia mengatakan Grab telah menggunakan kendaraan berbasis listrik dan mengoperasikan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum.

"Saya mengapresiasi komitmen Grab untuk membangun ekosistem transportasi yang berkelanjutan," ujar Luhut dalam acara virtual, Kamis (22/4/2021).

Baca Juga:
Tekan Emisi, Pemerintah Perbanyak Tempat Isi Daya Kendaraan Listrik

Luhut menuturkan Grab adalah operator kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) terbesar di Indonesia. Dia menyebut Grab mengoperasikan KBLBB roda dua hingga 7.500 unit. Luhut merasa hal itu merupakan capaian yang membanggakan.

Lebih lanjut, Luhut menyampaikan pengoperasian kendaraan listrik sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo sebagaimana telah dituangkan dalam Perpres Nomor 55/ 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk transportasi jalan.

Baca Juga:
Pemerintah Targetkan Produksi 600 Ribu Mobil Listrik pada 2030

"Pemerintah menargetkan dua juta unit KBLBB roda dua pada tahun 2025. Saya harap Grab dan penyedia transportasi lainnya dapat menjadi bagian dari visi pemerintah Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, Luhut juga menyambut baik program #LangkahHijau Grab yang mengajak masyarakat Indonesia beralih ke gaya hidup yang berkelanjutan, yaitu menggunakan kendaraan listrik. Dia menyebut program itu untuk menetralkan jejak karbon dengan menanam pohon dan mendaur ulang sampah.

Baca Juga:
Waduh! Sudah Dilobi Jokowi dan Luhut, Tesla Malah Bangun Pabrik Mobil Listrik di India

"Saya juga mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Grab dengan para mitra, terutama perusahaan manufaktur kendaraan dalam negeri untuk bergotong royong mewujudkan program langkah hijau," ujar Luhut.

Bertepatan dengan Hari Bumi Sedunia, Grab juga meluncurkan program Langkah Menanam Pohon yang memungkinkan konsumen untuk melakukan carbon offset di dalam perjalanan Grab mereka dengan harga Rp200 untuk kendaraan beroda dua, dan Rp 500 untuk kendaraan beroda empat.

Melalui kemitraan Grab dengan Benihbaik.com dan EcoMatcher, kontribusi itu akan langsung disalurkan untuk penanaman pohon di Jawa Tengah yang dikelola oleh Yayasan Bumi Hijau Lestari, organisasi nirlaba yang fokus dalam memperbaharui lingkungan dan memberdayakan masyarakat lokal melalui reboisasi dan pendidikan.

"Konsumen dapat berpartisipasi (opt-in) di inisiatif ini dalam aplikasi Grab melalui fitur Dana Tanam Pohon (Plant Tree Fund) yang baru, mulai 20 April 2021. Peluncuran penuh akan berlangsung selama 1 minggu, hingga 27 April 2021, untuk semua konsumen Grab yang menggunakan versi aplikasi terbaru yang tersedia di iOS App Store & Google Playstore," kata Grab dalam keterangan resmi. (dan/sumber: CNNIndonesia.com)