Ayo Kenali Fungsi Defogger, Garis-Garis yang Berada di Kaca Belakang Mobil

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 27/Apr/2021 14:09 WIB
foto:istimewa/ilustrasi foto:istimewa/ilustrasi

 

BEKASI (BeritaTrans.com) - Garis-garis di kaca belakang, atau defogger mobil, ternyata punya fungsi yang penting saat berkendara. Apa fungsi defogger? Yuk, ketahui lebih dalam.

Banyak fitur di mobil yang sering terlihat tetapi pengendara mungkin kurang menyadari keberadaannya. Salah satunya adalah defogger, yaitu fitur yang akan membantu visibilitas pengendara, terutama saat cuaca hujan.

Baca Juga:
Ada Ferrari dan Rolls Royce, Cek Lagi Daftar Lelang Mobil Sitaan Kasus Asabri

Ada dua jenis defogger mobil, yaitu bagian depan dan belakang. Pada bagian depan, defogger akan bekerja dari kipas AC, dengan cara menghembuskan udara dari ventilasi di bagian dashboard, kemudian udara akan disinkronisasi dengan suhu AC.

Sedangkan defogger di kaca belakang berbentuk garis-garis melintang atau horizontal berwarna kecokelatan. Sekilas, fitur ini memang hanya terlihat seperti sticker, namun ternyata fungsinya cukup vital untuk menjaga pandangan pengendara.

Baca Juga:
Diskon PPnBM 100 Persen Mobil Baru Diperpanjang sampai Agustus

Garis-garis melintang itu merupakan elemen panas yang dapat diaktifkan oleh pengendara dengan hanya menekan tombol. Biasanya, tombol defogger selalu berada di dekat setir mobil, dengan logo seperti embun yang menguap.

Ketika diguyur hujan saat berkendara, sering kali timbul embun pada kaca mobil, apalagi jika tidak menyalakan AC. Hal ini tentunya akan mengganggu visibilitas pengendara. Di sinilah peran dari defogger, yaitu meminimalisir embun dengan memanaskan garis-garis melintang tadi.

Baca Juga:
Hyundai Alcazar jadi Rival Fortuner, Lebih Murah dan Mewah

Cara kerja defogger mobil di kaca belakang mobil hampir sama dengan kompor listrik, yang mana menginduksi panas ke seluruh permukaan kaca.

 

Jangan terlalu lama menggunakan defogger

Keberadaan defogger memang sangat membantu saat kaca mobil berembun karena terpaksa harus menembus hujan yang lebat. Namun, yang harus diingat adalah, pemakaian defogger yang berlebihan atau terlalu lama dapat merusak kaca mobil.

Keadaan ini akan lebih parah jika mobil belum dilengkapi dengan arus pemutus otomatis, karena pengendara harus menekan lagi tombol defogger untuk mematikan fungsinya.

Jika lupa mematikannya, kaca mobil terancam akan retak. Hal ini dipicu karena kaca memuai akibat perubahan suhu yang ditimbulkan garis-garis cokelat horizontal tadi.

Selain itu, defogger mobil juga merupakan salah satu fitur yang cukup banyak menyedot arus listrik. Saat digunakan berlebihan, defogger akan memaksa aki untuk menyuplai tenaga ekstra. Jika tidak terkontrol, aki mobil bisa lemah dan habis.

Cara merawat defogger

Agar kinerja defogger tetap maksimal, dibutuhkan perawatan secara berkala. Sebenarnya, merawat defogger sangat mudah karena memang tidak membutuhkan perawatan khusus. Anda hanya harus memperhatikan beberapa hal berikut.

Pertama, jangan terlalu cepat menghidupkan dan jangan terlambat mematikan defogger. Sebaiknya, hidupkan defogger ketika sudah terdeteksi embun di kaca belakang, dan matikan saat embun sudah mulai berkurang.

Jangan menghidupkan fitur ini saat hujan baru turun lalu mematikannya setelah embun hilang. Dampaknya seperti yang disebutkan di atas, kaca mobil bisa rusak, bahkan retak.

Lalu, hati-hati terhadap soket atau konektor defogger, karena sangat berpeluang untuk tersenggol saat mengelap kaca. Walaupun dikenal jarang rusak saat tersenggol, namun peluang rusak tetap ada. Untuk itu, jika tersenggol, lebih baik buka soket yang ada dan lihat kondisinya.

Jika bermasalah, segera bawa mobil Anda ke bengkel resmi untuk pengecekan lebih lanjut dan memastikan apakah defogger masih bisa dipakai dengan aman atau tidak.

Jadi, rawatlah fitur-fitur yang ada di mobil Anda, termasuk defogger, agar dapat membantu Anda ketika dibutuhkan.(amt/sumber:seva.id)

Tags :