MRT Jakarta Tambah Fasilitas Pembawa Sepeda Non-Lipat

  • Oleh : Dirham

Rabu, 28/Apr/2021 12:48 WIB
PT MRT Jakarta akan menambah fasilitas untuk penumpang yang membawa sepeda non-lipat. PT MRT Jakarta akan menambah fasilitas untuk penumpang yang membawa sepeda non-lipat.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT MRT Jakarta bakal menambah akses serta fasilitas bagi penumpang yang membawa sepeda non-lipat. Seperti diketahui, pada Maret lalu MRT mulai mengizinkan sepeda non-lipat masuk dalam rangkaian kereta MRT.

Direktur Operasional dan Maintenance MRT Jakarta Muhammad Effendi mengatakan, salah satu fasilitas yang akan ditambah dalam waktu dekat adalah conveyor belt.

Baca Juga:
Stasiun MRT Bundaran HI Pamerkan Lukisan Karya Anak Autis

"Jadi teman-teman pesepeda yang keluar dari stasiun bawah tanah cukup meletakkan sepedanya, nanti ada conveyor belt yang akan naik ke atas. Lalu untuk turun ada ramp yang bisa digunakan," kata Effendi dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (27/4).

Menurut Effendi, pengembangan fasilitas bagi sepeda non-lipat ini tak lepas dari berbagai masukan komunitas dan masyarakat.

Baca Juga:
Begini Skema Penghitungan Tarif Integrasi LRT, MRT, dan Transjakarta

Selain itu, pihaknya masih mengkaji untuk mengadakan cart khusus sepeda dan fitur eskalator sebagai alternatif lain. Namun, hal tersebut perlu melewati kajian ihwal aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan terlebih dulu.

Effendi menambahkan, elevator dan troli yang sudah ada juga akan coba dimanfaatkan bagi para pengguna sepeda. Namun, dia memastikan fasilitas ini tetap diutamakan untuk pengguna difabel.

Baca Juga:
Jadi Operator Transportasi Kelas Dunia di 2023, MRT Jakarta Studi ke Jepang dan Hong Kong

Lebih lanjut, pihaknya akan mengembangkan fasilitas bagi sepeda di stasiun-stasiun MRT Fase 2 yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Pengembangan fasilitas itu antara lain; tapping gate yang lebar dan disertai QR Code, parkir sepeda dengan sistem penguncian yang aman dan dilengkapi CCTV, loker sepeda, hingga shower.

Effendi menambahkan, untuk kebijakan sepeda non-lipat masuk MRT ini cukup disambut baik oleh masyarakat. Kendati begitu, tren pesepeda non-lipat menggunakan MRT cenderung menurun sejak Maret.

Pada pekan keempat bulan Maret, jumlah sepeda yang masuk MRT pada hari kerja mencapai 55 sepeda. Sementara pada akhir pekan mencapai 208 sepeda.

Jumlah itu kemudian menurun pada pekan pertama bulan April, dengan jumlah 36 sepeda per hari pada hari kerja dan 130 sepeda pada akhir pekan Pengguna sepeda di hari kerja kembali menurun pada pekan kedua bulan April dengan 19 pengguna, namun pada akhir pekan mengalami kenaikan dengan 163 pengguna sepeda.

"Pernah mencapai 208 sepeda. Tapi kami masih pantau selama tiga bulan ini. Orang Indonesia kadang-kadang ada euforia, kita akan lihat setelah ini apa akan stabil. Di bulan Ramadan ini agak menurun, nanti kita evaluasi," ujar Effendi.

MRT menerapkan kebijakan sepeda non-lipat dapat masuk MRT, namun, kebijakan itu baru berlaku di Stasiun Lebak Bulus Grab, Blok M BCA, dan Bundaran HI. Ketentuan sepeda lipat yang diizinkan adalah sepeda reguler yang tidak melewati ukuran 200 cm x 55 cm x 120 cm dengan lebar ban maksimal 150 cm.

Selain itu, MRT Jakarta menerapkan jam ketersediaan akses sepeda non-lipat, mulai Senin-Jumat di luar jam sibuk, pukul 07.00-09.00 dan pukul 17.00-19.00. Sementara, untuk Sabtu-Minggu mengikuti jam operasional MRT. Hal ini untuk menghindari penumpukan penumpang. (ds/sumber CNNIndonesia.com)

 

Tags :