India Temukan Mutasi Virus Corona yang Kebal Respons Imun

  • Oleh : Redaksi

Minggu, 02/Mei/2021 21:37 WIB
Pandemi Covid-19 di India. Foto: CNNOndonesia.com Pandemi Covid-19 di India. Foto: CNNOndonesia.com

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Forum ilmuwan India, Konsorsium Genetika SARS-CoV-2 (INSACOG) mengungkapkan mutasi kecil pada beberapa sampel virus corona yang kemungkinan dapat menghindari respons imun. Kendati demikian, temuan tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut.

Hal tersebut disampaikan oleh pemimpin forum, Shahid Jameel kepada Reuters pada Sabtu (1/5/2021).

Baca Juga:
Varian Mutan Ganda Terkait dengan Serangan Gelombang Kedua Covid-19 yang Tewaskan Ratusan Ribu Orang

"Kami melihat beberapa mutasi muncul pada beberapa sampel yang mungkin dapat menghindari tanggapan kekebalan," kata Shahid.

Namun dia tak memberikan rincian lebih lanjut apakah mutasi terlihat pada varian India atau yang lainnya.

Baca Juga:
WHO: India Sumbang 46% Kasus Baru Covid-19 di Dunia

"Kecuali jika Anda membiakkan virus itu dan mengujinya di lab, Anda tidak dapat memastikannya. Pada tahap ini, tidak ada alasan untuk percaya bahwa virus itu berkembang atau dapat membahayakan, tapi kami menandainya, sehingga kami terus memantau, "tambahnya.

Para ilmuwan India tengah mempelajari penyebab readyviewed lonjakankasus yang terjadi di India.Terutama varian yang pertama kali terdeteksi di negara itu, B1617, yang diduga menjadi penyebab jumlah kasus yang terus meningkat.

Baca Juga:
Varian Baru Covid dari India, Afrika, dan Inggris Masuk Indonesia: Apa Bahayanya dan Bagaimana Kita Melindungi Diri?

Diketahui, INSACOG merupakan forum yang dibentuk pemerintah India. Forum ini juga menggandeng sepuluh laboratorium penelitian nasional.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan varian India sebagai "varian yang dikhawatirkan", seperti yang telah dilakukan untuk varian virus corona sebelumnya yang terdeteksi di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan.

Namun, pada 27 April, lembaga itu mengatakan bahwa pemodelan awal varian India, berdasarkan sekuensing genom, menunjukkan B1617 memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi daripada varian lain yang beredar di negara pimpinan Narendra Modi.

Pada Sabtu (1/5), India kembali memecahkan rekor kasus harian tertinggi di dunia. Di hari itu, kasus harian bertambah 401.993 sementara kasus kematian harian bertambah 3.523.

Sehingga, total kasus Covid-19 di India mencapai 19,2 juta kasus dengan angka kematian sebanyak 212 ribu.

Diketahui, dalam sepuluh hari terakhir. kasus harian Covid-19 di India lebih dari 300 ribu. Dengan melonjaknya kasus yang terus menerus membuat fasilitas kesehatan dan krematorium di negara itu kewalahan.

Rumah sakit kekurangan pasokan oksigen dan ketersediaan tempat tidur. Sementara tempat krematorium pekan lalu, per hari dapat mengkremasi orang hingga 600 jenazah. (dn/sumber: CNNIndonesia.com)