Tarif Bus Primajasa Naik Jelang Larangan Mudik

  • Oleh : Bondan

Senin, 03/Mei/2021 13:45 WIB
Bus AKDP menumpuk di Terminal Induk Kota Bekasi, Senin (3/5/2021). Foto: BeritaTrans.com. Bus AKDP menumpuk di Terminal Induk Kota Bekasi, Senin (3/5/2021). Foto: BeritaTrans.com.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Deretan bus antarkota dalampropinsi (AKDP) terlihat menumpuk di Terminal Induk Kota Bekasi menjelang pemberlakuan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Berbagai bus AKDP menumpuk di terminal ini. Bus AKDP yang berada di Terminal Kota Bekasi ini mayoritas bertujuan ke wilayah Jawa Barat. Namun, jumlah penumpang yang datang ke terminal ini terbilang sedikit.

Baca Juga:
Imbas Larangan Mudik, Terminal Kota Bekasi Sunyi Sepi Sendiri

Seperti salah satu bus AKDP yang paling banyak di terminal ini yakni bus Primajasa. Terlihat BeritaTrans.com bus tujuan ke berbagai wilayah di Jawa Barat ini masih sepi penumpang hingga sekarang.

“Sepi penumpangnya kang yang tujuan Garut-Bekasi. Nggak ada lonjakan penumpang sampai sekarang. Kalau waktu keberangkatan tergantung lihat penumpangnya. Kalau lumayan ramai kita jalan 30 menit sekali kalau sepi jadi 40 menit sekali,” kata Asep, salah satu pengemudi bus Primajasa kepada BeritaTrans.com, Senin (3/5/2021).

Baca Juga:
Menjelang Sore, Terminal Kota Bekasi Sepi Aktivitas Bus AKAP

Untuk bus yang dikemudikannya dengan tujuan Garut-Bekasi naik berkisar Rp110 ribu. Kenaikan tarif ini naik secara bertahap untuk tujuan tersebut.

“Kalau tarif udah naik lagi jadi Rp110 ribu. Naiknya juga bertahap kang. Sebelum corona harga masih Rp55 ribu. Terus ada corona jadi naik Rp85 ribu. Terakhir ini naik jadi Rp110 ribu karena peraturan dilarang mudik,” ujarnya.

Baca Juga:
Terminal Kota Bekasi Ramai Penumpang Mudik Lebaran

Hal yang senada juga diutarakan Jebros, pengemudi bus Primajasa dengan tujuan Bekasi-Cirebon-Kuningan. Bus Primajasa dengan tujuan tersebut juga mengalami penurunan penumpang hingga sekarang.

“Sepi kang penumpangnya yang naik tujuan Kuningan dari Terminal Bekasi. Sama saja kaya yang lain nggak ada lonjakan penumpang. Berharap sih dua hari kedepan ada peningkatan penumpang sebelum larangan mudik berlaku,” utara Jebros.

Saat ini tarif bus Primajasa dengan tujuan Kuningan-Cirebon-Bekasi juga mengalami kenaikan. Kenaikan tarif untuk bus kelas non ekonomi ini juga terbilang drastis.

“Untuk tarif sudah naik lagi sekarang. Yang tadinya Rp85 ribu sekarang jadi Rp130 ribu. Dua hari kedepan sebelum larangan mudik rencananya bakal naik lagi jadi Rp160 ribu. Ini karena efek sepi penumpang. Paling banyak yang naik dari sini cuma 6-7 orang doang,” tuturnya. (dan)