Patuhi Peniadaan Mudik, Pelni Tak Jual Tiket 6-17 Mei

  • Oleh : Naomy

Selasa, 04/Mei/2021 04:33 WIB
Pelni beri keterangan pers terkait peniadaan mudik Pelni beri keterangan pers terkait peniadaan mudik


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Patuhi peniadaan mudik yang dimulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021, PT Pelni Persero tidak menjual tiket online, hanya menjual tiket di kantor Cabang.

"Sejak 22 April hingga 18 Mei 2021 seluruh penjualan tiket penumpang hanya dilayani melalui loket Pelni yang tersedia di seluruh kantor cabang," ujar O. M. Sodikin Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero) di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Baca Juga:
Pelni Ajak Pemda Tingkatkan Muatan Balik Tol Laut, Muatan Berangkat Meningkat 82%

Seluruh penjualan via internet hingga agen tiket ditiadakan sementara.

Namun, selama masa peniadaan mudik 2021 sejumlah kapal penumpang Pelni standby di pelabuhan homebase (pangkalan). 

Baca Juga:
Selama Larangan Mudik, Kapal Penumpang Pelni Angkut Logistik dan Peralatan Medis

"Kapal akan tetap kami siagakan dan siap dioperasikan sewaktu-waktu bila dibutuhkan," ungkapnya.

Tentu saja untuk pelayanan distribusi logistik, Perusahaan berencana untuk mengoperasikan sembilan kapal penumpang tanpa membawa pemudik. 

Baca Juga:
Penumpang Kapal Pelni Terakhir Tiba di Medan

Pjs Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Opik Taupik juga memastikan jika pengembalian tiket bagi masyarakat yang sudah terlanjur membeli akan dilakukan sepenuhnya atau 100 persen kembali tanpa biaya tambahan. 

"Syaratnya harus membawa kartu identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan hasil rapid test antigennya," ungkapnya.

Hal ini juga berlaku untuk penumpang yang akan mengubah jadwal pelayaran. Perseroan tidak akan mengenakan biaya tambahan maupun denda yang ingin mengubah jadwal pelayaran karena adanya larangan mudik. 

“Kami melayani reschedule, perubahan rute tanpa biaya tambahan. Ini hanya berlaku di masa covid. Nanti kalau normal akan berlaku normal lagi. Kalau yang tiket batal tadi jangkanya sampai ganti tahun. Ini kriteria kalau gagal berangkat,” tutupnya. (omy)