Batik Air Tabrak Garbarata di Bandara Ngurah Rai, Manajemen: Saat Berangkat Pesawat Dinyatakan Layak

  • Oleh : Naomy

Minggu, 23/Mei/2021 16:08 WIB
Batik Air di Bandara Ngurah Rai Batik Air di Bandara Ngurah Rai


DENPASAR (BeritaTrans.com) - Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group memberikan informasi terbaru mengenai operasional dan penanganan pesawat udara jenis Airbus 320-200 registrasi PK-LUV pada Sabtu (22/5/2021) di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar di Bandung, Bali.

Batik Air mengoperasikan pesawat tersebut untuk melayani penerbangan ID-6506 dari Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK) tujuan Denpasar – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS).

Baca Juga:
Batik Air Rute Jakarta-Padang Mendarat Darurat, Ini Kronologinya

Batik Air telah mempersiapkan secara baik pada penerbangan ID-6508 dari kebutuhan pesawat udara, awak 
pesawat, teknisi dan petugas layanan darat (ground handling).

"Sebelum keberangkatan pesawat (pre flgiht check) telah menjalani pemeriksaan secara menyeluruh," jelas Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, Ahad (23/5/2021).

Baca Juga:
Khusus Nakes, Naik Pesawat Lion Air Group Gratis Tes Antigen dan PCR sampai 14 November

Pesawat dinyatakan laik terbang dan beroperasi (airworthinessfor flight).

Batik Air kata dia, senantiasa patuh menjalankan operasional dan layanan penerbangan berdasarkan ketentuan atau peraturan yang berlaku dengan tetap memerhatikan faktor-faktor yang memenuhi aspek keselamatan 
keamanan serta sebagaimana pedoman protokol kesehatan.

Baca Juga:
Penumpang Pesawat Batik Air Kini Bisa Check In Online Pakai Aplikasi Batik Air Mobile

Pesawat mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan mulus dan bersiap menuju landas parkir (apron) yang telah ditentukan dan rencana menggunakan fasilitas jembatan penghubung gedung terminal ke pesawat udara (garbarata/ aviobridge).

Proses parkir dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP), komunikasi dan koordinasi antara awak pesawat dengan petugas darat yang memberikan komando kepada pilot untuk memarkirkan pesawat (marshaller).

"Saat koordinasi masih berlangsung, tiba-tiba bagian atas permukaan mesin pesawat nomor satu (sebelah kiri) menyentuh bagian ujung garbarata," ungkap dia.

Atas kejadian tersebut, proses penurunan (disembark) seluruh tamu, kru pesawat dan barang bawaan menggunakan tangga manual. 

Penanganan berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur.

"Mengenai penyebab, saat ini Batik Air bersama dengan pihak terkait sedang melakukan proses investigasi," imbuh Danang.

Batik Air meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional penerbangan Batik Air lainnya tetap berjalan 
normal (tidak terganggu). (omy)