Perum PPD Percepat Pengoperasian Bus Listrik

  • Oleh : Naomy

Senin, 24/Mei/2021 21:25 WIB
Dirut Perum PPD Pande Putu Yasa berbincang seeputar akselerasi bus listrik Dirut Perum PPD Pande Putu Yasa berbincang seeputar akselerasi bus listrik

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) melakukan akselerasi menuju era baru penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada semua lini usahanya. 

Baca Juga:
TP TransJakarta Hadirkan Mikrotrans Listrik, Uji Coba pada September

Keseriusan Perum PPD ini dibuktikan dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan enam Agen Pemegang Merek (APM) serta layanan uji coba kendaraan listrik yang dimulai sejak tahun 2019.

Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa mengatakan, Perum PPD telah bersiap memasuki era baru bus listrik lebih awal dibandingkan operator-operator lainnya. 

Baca Juga:
Menhub Apresiasi Upaya 5 APM Bangun Ekosistem Mobil Listrik

"Perum PPD melakukan peremajaan pengoperasian bus konvensional Bahan Bakar Minyak menuju bus listrik yang berbasis baterai," ujar Putu, Senin (24/5/2021).

Transisi ini bekerjasama dengan enam Agen Pemegang Merek (APM) penyedia bus listrik yaitu Mobil Anak Bangsa, Edison Motors, Skywell, BYD, Zhongtong, dan Higer. 

Baca Juga:
Menhub Cek Progres Pembangunan Bus Listrik Merah Putih untuk G20

Kerja sama dengan para APM dilakukan bertahap sejak tahun 2019, diiringi dengan dilakukannya berbagai uji coba kendaraan.

"Sebagai pelopor, Perum PPD mendukung penuh Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sesuai dengan amanat yang tertuang pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbsis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 8 Agustus 2019," urainya.

Perum PPD juga berkomitmen berkontribusi mencapai target KLBB yang menjadi salah satu fokus pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

KLBB dinilai dapat memaikan peran penting di masa depan, diantaranya emisi rendah atau bahkan nol sehingga dapat mengurangi polusi, mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, dan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik dan baterai.

"Pengadaan bus listrik ini juga membuktikan konsistensi Perum PPD dalam rangka pengurangan polusi udara yang disebabkan oleh penggunaan transportasi pribadi diharapkan ekosistem dari kendaraan listrik di Indonesia bisa semakin cepat berkembang dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya," kata dia.
 
Akhir tahun 2020, dituturkan Putu, Perum PPD telah melakukan uji coba bus listrik dengan mengandeng Perusda Bali yang mendapat sambutan hangat oleh Gubernur dan masyarakat di Bali. 

Pasalnya uji coba bus listrik ini menarik perhatian wisata lokal dan mancanegara untuk ikut dalam wisata berkeliling Pulau Bali yang diharapkan akan meningkatkan kembali perekonomian di Bali. (omy)