Jokowi Minta Kapolri Sikat Preman Pelabuhan Tanjung Priok

  • Oleh : Redaksi

Kamis, 10/Jun/2021 17:43 WIB
Presiden Joko Widodo meminta preman yang kerap memalak sopir kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok disikat. (Muchlis - Biro Pers) Presiden Joko Widodo meminta preman yang kerap memalak sopir kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok disikat. (Muchlis - Biro Pers)

Jakarta (BeritaTrans.com) -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindak preman yang meminta sejumlah uang kepada para pengemudi truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Ia mendapat informasi pemalakan ini saat berdialog dengan para pengemudi di Tanjung Priok. Para preman itu pun mengancam pengemudi dengan senjata tajam saat truk kontainer mengantre masuk pelabuhan.

Baca Juga:
KCIC: November 2022 Proyek Kereta Cepat Bisa Dicoba Jokowi dan Xi Jinping

"Kalau pas macet, itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman. Ini tolong bisa diselesaikan," kata Jokowi saat menelepon Listyo, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (10/6).

Jokowi juga memerintahkan Listyo menindak pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Priok. Para pengemudi curhat ke Jokowi harus menyetor sekitar Rp15 ribu setiap mengurus dokumen bongkar muat barang.

Mantan Wali Kota Solo itu ingin aparat kepolisian mengecek sejumlah depo yang dilaporkan pengemudi. Ia tak ingin ada hambatan bagi para pengemudi truk.

"Banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli, di Fortune, di NPCT1, kemudian di Depo Dwipa," ujarnya.

​​​​​​Listyo menyanggupi perintah Jokowi. Jenderal bintak empat itu berjanji akan menindak para preman dan pungli terhadap sopir kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Siap laksanakan, Bapak," kata Listyo dari sambungan telepon tersebut. (ny/Sumber: CNNIndonesia)