Menhub dan Dubes Korsel Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan MRT Fase 4 Jakarta dan LRT Bali

  • Oleh : Naomy

Senin, 14/Jun/2021 13:21 WIB
Pertemuan bilateral Indonesia-Korsel Pertemuan bilateral Indonesia-Korsel

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bareng Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Mr. Tae Sung Park bertemu secara bilateral, di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Baca Juga:
Menko PMK dan Menhub ajak Pengguna KRL Manfaatkan Vaksinasi di Stasiun

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pembangunan infrastruktur MRT Jakarta fase 4 rute Fatmawati – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Light Rail Transit (LRT) di Bali. 

“Kami membahas peluang kerja sama pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia, dan kami menyambut baik keinginan pihak Korsel untuk terlibat dalam pembangunan kereta api di Bali dan Jakarta,” urai Menhub.

Baca Juga:
Menhub Bersama Menko PMK Tinjau Vaksinasi di Stasiun KRL Jakarta Kota

Kata dia, pihak Korsel berkeinginan untuk bekerjasama dalam proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 4 rute Fatmawati – TMII. 

Sesuai hasil kajian prastudi kelayakan (Pre Feasibility Study) yang dilakukan PT MRT Jakarta pada tahun 2020, diperlukan penambahan rute layanan MRT rute Fatmawati – TMII untuk semakin meningkatkan pelayanan salah satu angkutan massal perkotaan tersebut.

Baca Juga:
Menhub Budi Karya dan Menko PMK Muhadjir Tinjau Vaksin Covid-19 di Stasiun JakartaKota

Selanjutnya pembangunan infrastruktur kereta api di Bali, Pemprov Bali telah bekerja sama dengan Korsel melalui Korea National Railway untuk menyusun kajian prastudi kelayakan (Pre Feasibility Study) terkait rencana pembangunan LRT rute Bandara Ngurah Rai – Seminyak sepanjang 9,46 km. 

Berdasarkan hasil kajian tersebut, rencana pembangunan LRT dibagi menjadi dua fase yaitu, Fase 1-A rute Bandara – Stasiun Central Park sepanjang 5,3 KM dan Fase 1-B rute Stasiun Central Park-Seminyak sepanjang 4,16 km.

Kemudian, Pemprov Bali bersama Korea National Railway masih melakukan  kajian terkait rencana pembangunan LRT untuk fase kedua dengan rute Seminyak-Mengwitani.

“Terkait rencana pembangunan LRT di Bali, pihak Pemprov Bali telah mengusulkan agar pembiayaan penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study) dapat dikerjasamakan dengan pihak Korsel melalui skema hibah. Namun demikian, sesuai saran dari Bappenas, kami masih harus menunggu Bappenas menyelesaikan penyusunan Rencana Mobilitas Perkotaan di akhir tahun 2021,” kata Menhub.

Selain kedua rencana kerja sama tersebut, pertemuan juga membahas rencana proyek lainnya seperti Bandar Udara Hang Nadim di Batam, penggunaan mobil listrik, pengembangan jalur Kereta Api angkutan batubara di Sumbagsel (Lahat - Tarahan), dan jalur Kereta Api di Kalimantan Tengah (Purukcahu - Bangkuang).

Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah perwakilan dari Republik Korea Selatan yaitu Atase Infrastruktur dan Transportasi Mr. Dongjin Kim, Kepala Perwakilan KRNA/Korea National Railway Sunghi Cho, Wakil Kepala Perwakilan KEXIM/Korea Exim Bank Daehee Kim. Turut hadir, Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono, Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Polana B. Pramesti.  (omy)