Menhub Minta PT KAI Lakukan Tes Covid-19 Acak di Stasiun Utama KRL

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 19/Jun/2021 14:41 WIB
Menhub saat akan masuk ke Stasiun Menhub saat akan masuk ke Stasiun


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melakukan tes Covid-19 secara acak (random test), kepada penumpang kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, di sejumlah stasiun utama.

Hal ini mengingat kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga:
Rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikirim Ke Indonesia dari Cina

"KRL merupakan salah satu moda transportasi favorit masyarakat. Karena itulah, perlu perhatian khusus sebagai bagian upaya untuk bersama-sama menekan penyebaran Covid-19," ungkap Menhub  di sela tinjauan ke Stasiun Jatinegara dan Stasiun Bekasi Timur, Sabtu (19/6/2021).

Apalagi dari laporan yang diterima, jumlah pergerakan penumpang KRL per harinya cenderung meningkat, yaitu sekitar 400-500 ribu penumpang per hari. 

Baca Juga:
Kemenhub Libatkan Perguruan Tinggi dalam Review Kesiapan Kereta Cepat dan LRT Jabodebek

"Walaupun di masa normal bisa di atas satu juta penumpang, tetapi ini harus kita sikapi mengingat saat ini terjadi peningkatan kasus Covid-19. Oleh karenanya kami tugaskan kepada PT KAI untuk melakukan random check di stasiun utama seperti di Gambir, Senen, Manggarai, dan stasiun utama lainnya di lintas Bekasi, Bogor, dan Tangerang,” urainya.

Tes secara acak ini perlu dilakukan untuk memberi peringatan kepada masyarakat bahwa saat ini sedang terjadi peningkatan kasus Covid-19 dan diharapkan masyarakat tidak melakukan perjalanan jika tidak ada keperluan mendesak. 

Baca Juga:
Jonan Dulu Bilang, Jakarta-Bandung Terlalu Pendek untuk Kereta Cepat

"Kami mengimbau kepada masyarakat kalau kondisi tidak begitu fit dan merasa sakit agar menghindari perjalanan dan juga pergerakan yang tidak perlu,” ucap Menhub.

Dia mengungkapkan, Ditjen Perhubungan Darat akan menyediakan bus-bus di sejumlah titik stasiun sebagai alternatif angkutan agar kondisi penumpang KRL tidak berdesakan.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menyatakan siap melaksanakan random tes di beberapa stasiun utama. 

Pihaknya juga telah melakukan penerapan protokol kesehatan dengan ketat terhadap penumpang KRL. 

Seperti misalnya: mewajibkan untuk penumpang memakai masker, mencuci tangan, memberi tanda tempat duduk dan tempat berdiri agar penumpang dapat menjaga jarak dan membatasi kapasitas penumpang hanya 74 penumpang di setiap  kereta. (omy)