Balitbanghub Gali Potensi Riset di Maluku Bareng Unpatti

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 19/Jun/2021 20:03 WIB
Pertemuan Balitbanghub-Universitas Patrimura-Dishub Maluku Pertemuan Balitbanghub-Universitas Patrimura-Dishub Maluku


AMBON (BeritaTrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) gali potensi riset di Maluku. Untuknya dilakukan kunjungan ke Universitas Pattimura (Unpatti) di Ambon, pada Jumat (18/6/2021). 

"Kunjungan ini dalam rangka menjalin kerja sama penelitian, serta menggali potensi kolaborasi penelitian dan pengembangan sumber daya," jelas Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut dan SDP Gunung Hutapea mewakili Kepala Balitbanghub.

Baca Juga:
Sambut Harhubnas, Balitbanghub Gelar Donor Darah dan Plasma Konvalesen

Pihaknya mengharapkan dapat lakukan kajian–kajian yang berasal dari banyak isu strategis di wilayah Maluku.

Dengan begitu, hasil kajian nanti dapat benar-benar diaplikasikan dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Baca Juga:
Manfaat Digitalisasi Dokumen Logistik Hasil Kajian Balitbanghub

Kata dia, untuk dapat menggali potensi kolaborasi, perlu adanya koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku ataupun masukan dari Unpatti. 

“Ini memang harus kolaborasi dengan beliau (Kadishub), karena apa yang yang dibicarakan di sini nantinya akan dideliver di wilayah Maluku,” ujar Gunung. 

Baca Juga:
Kabadan Litbanghub: Tingkatkan Potensi Kepulauan Mentawai Butuh Sinergi Pusat dan Daerah

Beberapa isu strategis yang berada di Maluku, salah satunya adalah pembangunan Ambon New Port. 

Pembangunan tahap pertama pelabuhan ini sebesar 400m x 90m dinilai perlu pengamatan lebih lanjut. 

“Pembangunan tahap 1 ini memang perlu diuji dulu seberapa besar kapasitas eksistingnya, bila produksinya melebihi dari ekspektasi, pasti tahap kedua akan dibangun lagi,” tambahnya. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Mochammad Malawat mengatakan, Pelabuhan Perikanan adalah yang pertama dibangun di Ambon New Port. 

“Untuk Pelabuhan perikanan, sudah ada perjanjian antara Menteri Perhubungan dengan Menteri KKP, itu posisinya untuk Ambon New Port,” tegas Malawat. 

Selain isu strategis Ambon New Port, isu strategis terkait aksesibilitas juga dikemukakan dalam pertemuan kali ini. 

"Tahun ini kami mendapat tambahan empat rute udara untuk penerbangan perintis. Selain itu, dengan adanya usulan Istana Mini di Banda Neira menjadi Istana Presiden, maka perlu ada upaya perpanjangan runway bandara di Banda Neira, yang semula 960 meter, menjadi 1.400 meter. 

“Hal ini membutuhkan kajian kolaborasi antara Balitbanghub, Unpati, dan Dinas Perhubungan Provinsi. Tentunya Seaplane juga menjadi perhatian kami selanjutnya,” ujar Malawat. 

Dia menuturkan, hasil studi terkait Seaplane dari Balitbanghub sangat diperlukan guna menentukan titik–titik floating jetty. 

Di kesempatan sama, Rektor Unpatti, Saptenno mendukung pengembangan penelitian dan kolaborasi riset transportasi yang dilakukan bersama Balitbanghub. 

Menurutnya kunjungan ini menjadi penting, karena dapat menjadi wadah untuk menggali potensi-potensi kolaborasi penelitian. 

“Dengan kunjungan ini kami dapat menyampaikan informasi berbagai isu strategis seputar perhubungan di Maluku, ini penting karena kedepan ada proyek nasional yang akan datang di Maluku, misalnya Lumbung Ikan Nasional, Ambon New Port, serta Blok Masela, yang membutuhkan infrastruktur perhubungan yang baik, aman, dan melayani masyarakat,” ujar Saptenno. 

Pada pertemuan ini, dihadiri juga jajaran akademisi Unpatti, perwakilan BPTD Wilayah XXIII Maluku, serta perwakilan dari Distrik Navigasi Kelas I Ambon.  (omy)