Covid Meningkat, Penumpang KRL Akan Dites Acak di Stasiun-Stasiun Ini

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 20/Jun/2021 06:27 WIB
Penumpang KRL di Stasiun Bekasi.(Istimewa) Penumpang KRL di Stasiun Bekasi.(Istimewa)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan melakukan tes secara acak (random test) kepada penumpang kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek di sejumlah stasiun utama. 

Tes acak untuk penumpang KRL ini digelar menyusul adanya permintaan dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, mengingat kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

Baca Juga:
Viral Penumpang KA Keluhkan Kursi yang Mentok Kaki dan Menyiksa, Ini Tanggapan KAI

Budi Karya mengatakan, KRL merupakan salah satu moda transportasi favorit masyarakat. Karena itu, perlu perhatian khusus sebagai bagian upaya untuk bersama-sama menekan penyebaran Covid-19. 

"Saya mendapat laporan, bahwa jumlah pergerakan penumpang KRL per harinya cenderung meningkat, yaitu sekitar 400.000 - 500.000 penumpang per hari,” kata Budi Karya ketika berkunjung ke Stasiun Jatinegara dan Stasiun Bekasi Timur, Sabtu (19/6/2021), dikutip dari keterangan resminya. 

Baca Juga:
Dibutuhkan Mendesak Tapi PMN KAI Rp 4,1 T buat Kereta Cepat Belum Cair

Menurutnya, angka pergerakan penumpang KRL tersebut tergolong tinggi meski di masa normal bisa di atas satu juta penumpang per hari. Karena itu, dia menegaskan perlu adanya penyikapan untuk saat ini seiring adanya peningkatan kasus Covid-19, 

“Oleh karenanya kami tugaskan kepada PT KAI untuk melakukan random check di stasiun utama seperti di Gambir, Senen, Manggarai, dan stasiun utama lainnya di lintas Bekasi, Bogor, dan Tangerang,” ujarnya. 

Baca Juga:
Penawaran Obligasi dan Sukuk KAI Diminati Investor, Oversubscribed hingga 2,3 Kali capai Rp 4,6 Triliun

Lebih lanjut, ia menjelaskan, tes acak untuk penumpang Kini perlu dilakukan untuk memberi peringatan kepada masyarakat bahwa saat ini sedang terjadi peningkatan kasus Covid-19 dan diharapkan masyarakat tidak melakukan perjalanan jika tidak ada keperluan mendesak. 

"Kami mengimbau kepada masyarakat kalau kondisi tidak begitu fit dan merasa sakit agar menghindari perjalanan dan juga pergerakan yang tidak perlu,” ucap mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) tersebut. 

Menhub mengungkapkan, Ditjen Perhubungan Darat akan menyediakan bus-bus di sejumlah titik stasiun sebagai alternatif angkutan agar kondisi penumpang kereta tidak berdesakan. 

Sementara itu, Direktur Utama PT. KAI Didiek Hartantyo menyatakan siap untuk melaksanakan random test di beberapa stasiun utama. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan penerapan protokol kesehatan dengan ketat terhadap penumpang KRL seperti misalnya mewajibkan untuk penumpang memakai masker, mencuci tangan, dan memberi tanda tempat duduk. 

Selain itu, KAI juga mengatur tempat berdiri agar penumpang dapat menjaga jarak, serta membatasi kapasitas penumpang hanya 74 penumpang di setiap gerbong kereta.(fh/sumber:kompas)