Hari Pelaut Se-Dunia, Kisah Bayu Lulusan BP3IP jadi Mualim I Bawa Tugboat Narik Tanker CPO dari Pontianak

  • Oleh : Ahmad

Jum'at, 25/Jun/2021 22:32 WIB
Bayu di Tugboat Satria Dharma. (foto:BeritaTrans.com dan aksi.id/ahmad) Bayu di Tugboat Satria Dharma. (foto:BeritaTrans.com dan aksi.id/ahmad)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Siang ini terlihat kesibukan kapal tanker sedang bongkar muatan CPO (Crude Palm Oil) di Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara, Jumat (25/06/2021).  

Baca Juga:
Ditjen Hubla Gelar Dengar Pendapat Umum Soal Permenhub Keselamatan Jiwa di Laut

Kapal tanker tersebut ditarik oleh Tugboat berwarna putih dan biru dan bertuliskan Satria Dharma yang juga sedang sandar di Sungai Blencong, Marunda, Jakarta Utara.  

Baca Juga:
Lulusan BP3IP Jakarta Harus Energik, Tangguh dan Inspiratif

Kapal Tugboat tersebut diawaki dengan 10 ABK (Awak buak Kapal). Salah satu ABK dari kapal tersebut adalah Bayu, ia menjabat sebagai Mualim 1 atau Chief Officer, "Kapal ini dari Pontianak narik tanker dengan muatan CPO atau minyak sawit mentah yang akan diolah menjadi minyak goreng, tutur Bayu yang berasal dari Tulungagung, Jawa Timur, saat ditemui BeritaTrans.com dan aksi.id.

Baca Juga:
Kemenhub Rekonsiliasi Klasifikasi Kapal Berbendera Indonesia dan Sertifikasi Garis Muat Kapal

"Selama lima hari berlayar dari Pontianak ke Jakarta (Marunda-red) Alhamdulillah perjalanan lancar sampai tujuan dan sudah dua hari sandar untuk menunggu bongkar muatan, setelah itu balik lagi ke Pontianak," jelasnya. 

Bayu berprofesi menjadi pelaut di mulai 2004 dengan pendidikan SMK Pelayaran di Jakarta, lalu ambil ijazah Ahli Nautika Tingkat Dasar atau ANT-D di Semarang pada 2006 dan dilanjutkan dengan diklat ANT-V di BP3IP Sunter Jakarta pada 2009.

"Saya mulai bekerja di kapal ini baru dua tahun, untuk gaji mualim satu Rp3,450 juta per bulan dan belum termasuk premi," ungkap Ayah dengan anak baru satu ini dan keluarganya ada di Pati, Jawa Tengah. 

Sementara itu hari ini 25 Juni adalah bertepatan dengan Hari Pelaut Se-Dunia, dia mengatakan," Di Hari Pelaut Se-Dunia, sebagai pelaut berharap kepada pemerintah agar diperhatikan terutama kesejahteraan dan dipermudah mengenai sertifikat sebagai penunjang kepelautan," harapnya. 

Dia pun berpesan kepada adik-adik yunior yang belajar mengenai pelaut, agar selalu semangat, dan terus mengikuti apa kata pembimbingnya atau seniornya yang bagus dan diambil ilmunya dan bila ada yang kurang baik hindari pesannya terhadap yuniornya. 

Kami pun menuju ruangan anjungan di lantai atas, Bayu menjelaskan mengenai peralatan di dek ini, "Di sini terdapat beberapa peralatan seperti kemudi ada dua besar dan kecil, yang kecil untuk kemudi olah gerak kapal, dan yang besar kemudi utama, GPS, AIS, Radio, dan Handel kecepatan," tutupnya sambil mengucapkan Selamat Hari Pelaut Se-Dunia.(ahmad)