Diusir Gegara Pesta Miras di Runway Bandara, Nggak Terima, Keroyok Prajurit TNI AU, Lanjut Bakar Puluhan Rumah dan Kios

  • Oleh : Redaksi

Sabtu, 17/Jul/2021 06:58 WIB
Sekelompok orang membakar rumah dan warung atau kios milik warga di Dogiyai, Kamis (15/7/2021). (ANTARA/HO) Sekelompok orang membakar rumah dan warung atau kios milik warga di Dogiyai, Kamis (15/7/2021). (ANTARA/HO)

Papua (BeritaTrans.com) - Suasana mencekam terjadi di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua, pada Kamis (15/7/2021) malam.

Sekelompok warga mengamuk setelah terlibat perselisihan dengan Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU di landasan Bandara Moanemani.

Baca Juga:
Pesawat SAM Air yang Ditembaki KKB Papua di Bandara Kenyam Dievakuasi ke Mimika

Akibat kejadian itu, 32 rumah dan kios ludes terbakar. Bahkan, satu orang warga tewas di lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan, kejadian berawal saat lima anggota Paskhas TNI AU menegur dan mengusir sekelompok warga yang melakukan pesta minuman keras di landasan pacu bandara.

Baca Juga:
TNI AU Bangun Pangkalan Udara di IKN Nusantara Kaltim

Diduga tak terima dengan perlakuan anggota TNI tersebut, sekelompok warga itu kemudian kembali datang dan melakukan penyerangan dengan membawa panah, parang, dan batu.

"Sekumpulan masyarakat tersebut langsung mengeroyok lima personel Satgas Paskhas," kata Kamal.

Baca Juga:
Kantor Terbakar di Sekitar Bandara Sugapa Papua, Ini Tanggapan Airnav Indonesia

"Dari aksi tersebut, terdapat dua korban dari personel Paskhas, yang kemudian korban dibawa menuju unit pelayanan RSUD, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai menggunakan Mobil Ambulans Bandara Moanemani," kata Kamal.

Bakar rumah dan kios

Setelah kejadian itu, sekelompok massa itu diketahui masih melakukan provokasi dan mengamuk di sejumlah lokasi berbeda, tepatnya di Kampung Ekimanida, Distrik Kamuu.

Sejumlah rumah dan kios milik warga pendatang menjadi sasaran. Satu orang warga diketahui juga tewas akibat insiden tersebut.

"Ada 13 rumah dan 19 kios hangus terbakar. Sementara korban tewas bernama Hendrik Simatupang jasadnya ditemukan di salah satu rumah yang hangus terbakar," ujarnya.

"Selanjutnya Jumat pagi sekitar pukul 04.45 WIT, massa masih melakukan pembakaran di Kampung Ikabo serta melakukan penjarahan terhadap isi toko dan bangunan," tambah Kamal.

Untuk meredam situasi tersebut, personel gabungan kemudian diterjunkan ke lokasi kejadian.

"Saat ini personel gabungan Polsek Kamuu dan Polres Nabire terus melakukan patroli di seputaran kota untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan," kata Kamal.

(lia/sumber:kompas.com)