Jeff Bezos Tawarkan NASA Rp29 Triliun untuk Misi ke Bulan

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 27/Jul/2021 20:33 WIB


Jakarta (BeritaTrans.com) -  Pendiri Blue Origin, Jeff Bezos mengucurkan dana hingga US$2 miliar (Rp29 triliun / US$1 = Rp14,493) jika badan antariksa Amerika Serikat (NASA) memberikan kontrak kepada Blue Origin, untuk membuat pesawat ruang angkasa dalam misi pendaratan astronaut ke bulan.

Dalam suratnya kepada Administrator NASA, Bill Nelson, Bezos mengatakan akan memberikan diskon dalam pembayaran kontrak untuk dua tahun pertama, jika NASA menjalin program pendaratan manusia dengan Blue Origin mengutip Reuters, Selasa (27/7).

Baca Juga:
Jeff Bezos Sukses Meluncur ke Luar Angkasa

Lebih lanjut Bezos mengatakan Blue Origin akan membayar untuk misi demonstrasi ke orbit Bumi, apabila NASA memberi perusahaan kontrak misi pendaratan manusia dengan harga tetap, seperti diberikan SpaceX April lalu.

"Kami siap membantu NASA memoderasi risiko teknisnya dan menyelesaikan kendala anggarannya dan mengembalikan Program Artemis ke jalur yang lebih kompetitif, kredibel, dan berkelanjutan," tulis Bezos dalam surat itu.

Baca Juga:
Amerika Setujui Izin Perjalanan Antariksa untuk Blue Origin

Surat itu merupakan penawaran terbaru Blue Origin untuk membuat NASA memberikan dua kontrak yang awalnya disarankan oleh agensi tersebut. Lewat suratnya, Bezos menawarkan potongan harga US$2 miliar itu akan membantu kekurangan dana anggaran NASA.

Sebelum memilih SpaceX, NASA telah meminta proposal kepada perusahaan pesawat ruang angkasa yang akan membawa astronaut ke permukaan Bulan di bawah program Artemis yang memiliki misi membawa manusia ke Bulan.

Baca Juga:
NASA Temukan Planet Mirip Bumi dengan Atmosfer Aneh

Tawaran Bezos itu datang enam hari setelah dia terbang bersama tiga awaknya ke tepi ruang angkasa dengan roket dan kapsul New Shepard Blue Origin. Hal itu menjadi tonggak sejarah untuk mengembangkan bisnis pariwisata luar angkasa yang sedang berkembang.

Sementara itu seorang juru bicara NASA mengkonfirmasi bahwa pihaknya mengetahui surat Bezos tetapi menolak berkomentar lebih lanjut. Pihaknya berupaya menjaga integritas proses pengadaan yang tengah berlangsung dengan SpaceX.

Sebelumya NASA pada bulan April memberikan kontrak kepada perusahaan antariksa milik saingannya, Elon Musk, SpaceX, dengan nilai kontrak US$2,9 miliar untuk membangun pesawat ruang angkasa dalam misi membawa astronaut ke permukaan Bulan pada awal 2024.

Dalam adu lelang tersebut NASA dilaporkan menolak tawaran dari Blue Origin dan kontraktor pertahanan Dynetics. Namun perusahaan-perusahaan itu disebut masih bersaing untuk mengembangkan proyek di mana teknologinya masih dalam proses.

Namun demikian NASA mengklaim dana yang diberikan Kongres AS terbatas, dan hanya memungkinkan agensi untuk memilih satu kontraktor saja yaitu SpaceX.

NASA sendiri mengungkapkan butuh dana sebesar US$28 miliar untuk misinya ke Bulan, US$16 miliar akan digunakan untuk modul pendaratan di Bulan.

(lia/sumber:cnnindonesia.com)