Warga Australia di RI Berebut Pulang Hindari Krisis Covid-19

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 28/Jul/2021 18:44 WIB
Foto:ilustrasi/istimewa/cnnindonesia.com / (Istockphoto/guvendemir) Foto:ilustrasi/istimewa/cnnindonesia.com / (Istockphoto/guvendemir)

JAKARTA (BeritaTrans.com) Sejumlah warga Australia yang berada di Indonesia berupaya untuk kembali ke negara dengan menggunakan jalur darat dan laut di tengah krisis infeksi virus corona (Covid-19).

Dilansir The Australian, Rabu (28/7), seorang warga Australia, Brendan Nuir, yang menjadi pengusaha biro perjalanan wisata laut di Lombok, Nusa Tenggara Barat menyatakan dia diminta membantu memulangkan sesama warga Negeri Kanguru dari Indonesia.

Baca Juga:
Teknologi Drone Digunakan untuk Menyalurkan Bantuan kepada Pasien COVID-19 di Makassar

Bahkan menurut dia para rekan senegaranya itu tidak segan merogoh kocek biaya perjalanan hingga AU$3500 (sekitar Rp37 juta) untuk satu orang menggunakan kapal phinisi miliknya kembali ke Australia.

Padahal waktu tempuh perjalanan laut dari Kupang menuju Darwin, Australia mencapai 67 jam.

Baca Juga:
6 Pesawat Lion Air Terpantau Radar Terbang ke Australia, Ada Apa?

Brendan kini menjadi salah satu tumpuan bagi rekan senegaranya untuk bisa pulang ke Australia ketimbang harus menunggu di Indonesia di tengah situasi yang karut-marut seperti saat ini.

"Tahun lalu ada beberapa orang yang ingin menyewa kapal saya untuk pulang ke Australia, tetapi pemerintah Indonesia tidak memberikan izin. Sekarang kami tinggal menunggu izin dari Darwin apakah dibolehkan datang. Cuma itu hambatan kami saat ini," kata Brendan.

Baca Juga:
780 Warga Australia di Indonesia Minta Pulang, Khawatir dengan Covid-19 Varian Delta

Pilihan menumpang kapal milik Brendan atau menyewa pesawat pribadi menjadi jalan terakhir bagi sebagian besar warga Australia yang bermukim di Indonesia untuk pulang kampung. Sebab, sejumlah maskapai dunia juga menolak terbang ke Indonesia akibat lonjakan kasus Covid-19.

Bahkan antrean untuk menunggu giliran diberangkatkan sudah cukup padat.

Hal itu juga menjadi celah bisnis bagi segelintir kalangan yang memanfaatkan situasi. Pengelola pesawat sewaan terus menaikkan harga tiket bagi para ekspatriat yang ingin segera pulang dari Indonesia.

Terpisah, Charlie Knoles dan sang istri, Liddy Arens, beserta ketiga anak mereka juga sedang berupaya bisa segera pulang ke kampung halaman mereka di Perth. Namun, ternyata hal itu tidak mudah karena harga tiket pesawat sewaan dari Indonesia terus melambung.

"Kami punya teman sesama warga Australia di sini yang pulang dengan menyewa pesawat pribadi, tetapi harga tiketnya naik terus," kata Knoles yang membuka praktik meditasi di Bali, seperti dilansir ABC Australia.

Knoles dan sang istri terinfeksi Covid-19 pada tahun lalu. Kini mereka cemas dengan kondisi ketiga anak mereka, di mana salah satunya, mengidap asma, jika tinggal lebih lama di Indonesia.

Akhirnya Knoles dan istri yang sudah lima tahun bermukim di Bali memilih mengirim anak sulung mereka ke AS yang dinilai lebih aman dan terjamin.

"Harga tiket untuk satu orang mencapai AU$7000 (sekitar Rp74 juta). Uang kami tidak cukup membayar tiket sekali jalan ke Perth untuk lima orang," kata Knoles.(amt/sumber:cnnindonesia.com)