Di Hadapan Peserta Webinar Balitbanghub, Kemenhub Tegaskan Komitmen Terapkan Logistik Hijau

  • Oleh : Naomy

Kamis, 29/Jul/2021 13:08 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi Menhub Budi Karya Sumadi


JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan berkomitmen menerapkan logistik hijau (green logistic) guna mendukung perlindungan terhadap lingkungan dari bahaya pemanasan global. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikannya saat menjadi pembicara kunci Webinar "Green Logistic Partnership Conference" yang diselenggarakan Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub) bekerjasama dengan Sekretariat ASEAN-JAPAN, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga:
Kemenhub Siapkan Perwira Transportasi Darat yang Adiktif dan Kompetitif Menghadapi Era Industri 4.0

“Sebagai negara maritim, Indonesia berkomitmen menerapkan konsep logistik hijau dalam distribusi logistik, melalui transformasi dan dekarbonisasi di sektor transportasi,” jelas Menhub.

Dia mengungkapkan, kontribusi sektor transportasi untuk menurunkan gas rumah kaca (GRK) dilakukan melalui penerapan efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan. 

Baca Juga:
Sambut Harhubnas, Balitbanghub Gelar Donor Darah dan Plasma Konvalesen

Misalnya penerapan pelabuhan hijau (greenport), yang memiliki kriteria, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, pengendalian udara, pengendalian pencemaran limbah, dan penggunaan lahan.

"Kemenhub juga telah melakukan sejumlah penelitian sebagai bentuk komitmen mewujudkan logsitik hijau, seperti penelitian terkait skema modernisasi armada truk dan integrasi transportasi logsitik untuk transportasi berbasis jalan dan kereta api," urainya. 

Baca Juga:
Manfaat Digitalisasi Dokumen Logistik Hasil Kajian Balitbanghub

Transportasi darat kara dia, menyumbang 91% dari total emisi di sektor transportasi, untuk itu melalui penelitian ini maka sama-sama akan mengubah truk lama dengan truk yang lebih ramah lingkungan dan juga membangun transportasi jalan dan kereta api yang terintegrasi.

Dengan begitu  diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi, polusi, dan emisi rumah kaca.

Baru-baru ini  Indonesia telah meningkatkan penggunaan shore-connection  yang sudah mulai diterapkan di pelabuhan- di Indonesia. 

"Hal itu mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 59 Tahun 2017  tentang pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG’s)/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia," ungkap Menhub. 

Penerapan ini diharapkan dapat mengurangi emisi gas buang kapal di pelabuhan. 

“Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 11% pada tahun 2030 untuk sektor energi, termasuk transportasi. Oleh karena itu, saya menyambut baik adanya pertemuan ini dalam rangka mempromosikan dan membangun kesadaran kita semua untuk berkomitmen mengimplementasikan logistik hijau ini di negara-negara ASEAN dan Asia,” ujar dia.

Dalam webinar ini, turut hadir para delegasi anggota ASEAN, Delegasi Jepang, perwakilan dari Kementerian Lahan, Infrastruktur, dan Transportasi Jepang, perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, dan sekretariat ASEAN. (omy)