Petugas yang Perintahkan Pesawat Ryanair Mendarat di Belarus Ini Menghilang Misterius

  • Oleh : Fahmi

Senin, 02/Agu/2021 09:13 WIB
Oleg Galegov, seorang pria berusia 30-an yang bekerja sebagai pengatur lalu lintas di Bandara Minsk, Belarus. Galegov diyakini sebagai sosok yang memerintahkan pesawat Ryanair mendarat di Minsk, dengan otoritas menangkap pengritik rezim Presiden Alexander Lukashenko.(EAST2WEST via Daily Mirror) Oleg Galegov, seorang pria berusia 30-an yang bekerja sebagai pengatur lalu lintas di Bandara Minsk, Belarus. Galegov diyakini sebagai sosok yang memerintahkan pesawat Ryanair mendarat di Minsk, dengan otoritas menangkap pengritik rezim Presiden Alexander Lukashenko.(EAST2WEST via Daily Mirror)

MINSK (BeritaTrans.com) - Pria yang memerintahkan pendaratan pesawat maskapai Ryanair di Belarus dilaporkan hilang secara misterius. 

Oleg Galegov, yang merupakan petugas pengatur lalu lintas udara, tidak terlihat dalam satu bulan terakhir. 

Baca Juga:
Wapres Ma`ruf Amin: Kalau Ada Larangan Pramugari Berjilbab, Agak Aneh

Akun media sosial milik Galegov dan istrinya juga dicabut, dengan ponsel keduanya dikabarkan juga tidak aktif, dengan dugaan mereka membelot ke negara Barat. 

Galegov, diperkirakan berumur 30-an, menjadi sorotan karena memerintahkan pesawat Ryanair Boeing 737-800 untuk mendarat secara mendadak ke Minsk. 

Baca Juga:
Hong Kong Sediakan 500.000 Tiket Pesawat Gratis untuk Wisatawan Asing, Mau?

Begitu mendarat otoritas Belarus menahan penentang rezim Presiden Aelxander Lukashenko, Roman Proteseivch dan pacarnya, Sofia Sapega. 

Keduanya dilaporkan terbang dari Athena Vilnius, Lithuania, saat pesawat mereka dipaksa mendarat dengan dugaan atas perintah Lukashenko. 

Baca Juga:
10 Kali Frekuensi Penerbangan Jakarta-Bali TransNusa Untuk Pelayanan dan Kenyamanan Penumpang

Saat itu, Minsk beralasan pesawat terpaksa mendarat karena adanya ancaman bom, klaim yang dibantah oleh oposisi. 

Insiden tersebut direspons negara Barat dengan menjatuhkan gelonbang sanksi kepada pemerintahan Lukashenko. 

Pesawat dari Belarus juga dilarang masuk ke zona angkasa Eropa, dengan maskapai Barat juga diperintahkan menghindari negara itu. 

Media oposisi Nasha Niva melaporkan Galegov diyakini membelot ke Georgia, dengan koleganya di lalu lintas udara juga tidak tahu dia di mana. 

"Jujur saja, saya sudah lama tak melihatnya. Ada rumor dia menghilang. Kami khawatir dan berusaha menghubunginya," ungkap teman Galegov. 

Dilansir Daily Mirror Selasa (27/7/2021), kolega Galegov menyebut akun media sosial pria itu hilang, dengan pemerintah tak memberi tahu mereka apa pun. 

Kolega tersebut menuturkan, jika memang Galegov kabur ke negara lain, maka dia tidak sulit mencari pekerjaan. 

"Dia adalah pengatur lalu lintas udara yang handal. Saya tidak khawatir, dia mungkin menyembunyikan dirinya," ucapnya. 

Badan lalu lintas Belarus Belaeronavigatsia mengaku tak tahu di mana keberadaan pegawainya, yang pergi berlibur sejak Juni. 

CEO Ryanair Michael O'Leary menyatakan, insiden mendaratnya maskapainya ke Minsk adalah pembajakan yang didukung rezim Lukashenko. 

Minsk sendiri membantah sudah menekan pilot untuk mendarat, meski ada kabar pesawat dikelilingi oleh jet tempur MiG-29.(fh/sumber:kompas)