Kapal Surya Firaun Mesir Berusia 4.600 Tahun Dipindahkan Utuh ke Museum Agung Mesir

  • Oleh : Redaksi

Senin, 09/Agu/2021 05:31 WIB
Foto:istimewa/kompas.com Foto:istimewa/kompas.com

KAIRO (BeritaTrans.com) - Mesir memindahkan utuh kapal surya milik Firaun Khufu yang berusia sekitar 4.600 tahun ke museum besar yang akan segera diresmikan di negara itu.

Kapal surya sebelumnya dikubur di lubang sebelah ruang pemakaman kerajaan Mesir, dengan keyakinan bahwa itu akan mengangkut orang yang meninggal ke alam baka.

Baca Juga:
Gertak China, Kapal Rudal Hipersonik AS Zumwalt Muncul di Pasifik

Piramida Agung Kairo, juga dikenal sebagai Piramida Cheops, adalah yang terbesar dari tiga piramida Giza dan rumah makam Khufu, yang dimakamkan pada 2566 SM.

“Setelah ... melintasi jalan-jalan Giza dengan kendaraan pintar, kapal pertama Raja Khufu yang ditemukan pada 1954 di sudut selatan Piramida Besar mengakhiri perjalanan panjangnya ke Museum Besar Mesir (GEM),” sebuah pernyataan kementerian barang antik Mesir pada Sabtu (7/8/2021) melansir Daily Mail.

Baca Juga:
Sudah Dangkal, Nelayan Minta Pemerintah Aceh Besar Keruk Kuala Gigeng dan Dermaga Lhokseudu

Perahu itu disiapkan oleh Khufu, seorang raja Dinasti Keempat yang memerintah selama Kerajaan Mesir Kuno.

Otoritas Mesir mengeklaim bahwa perahu surya sepanjang 42 meter (138 kaki) dan 20 ton itu adalah “artefak organik terbesar dan tertua yang terbuat dari kayu, dalam sejarah umat manusia.”

Baca Juga:
YPIM Foundation Targetkan Kapal Sekolah Pesisir Mulai Operasi Mei 2023

Perjalanannya dengan kendaraan kendali jarak jauh khusus yang diimpor dari Belgia dimulai Jumat malam (6/8/2021) dan memakan waktu 10 jam, menurut kantor berita resmi MENA.

Kapal surya itu diangkut utuh dalam perjalanan 7,5 kilometer selama 48 jam ke GEM, dan akan menjadi salah satu pameran utama ketika museum baru dibuka.

Mesir telah menggembar-gemborkan antisipasi pembukaan GEM di dataran tinggi Giza, rumah bagi piramida terkenal, sebagai situs arkeologi penting yang menampung barang antiknya yang paling berharga.

Mesir mengatakan GEM, yang telah dibangun bertahap selama 17 tahun, akan berisi lebih dari 100.000 artefak saat dibuka.

Mesir menggantungkan harapannya pada serangkaian penemuan arkeologi baru-baru ini untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata yang vital, tetapi sedang lesu karena mengalami banyak guncangan, dari pemberontakan 2011 hingga pandemi virus corona saat ini.

Pada April, pihak berwenang memindahkan sisa-sisa mumi 22 firaun dari Museum Mesir ikonik Kairo dalam upacara megah ke Museum Nasional Peradaban Mesir di kota itu.

Dalam acara televisi yang dikoreografi dengan hati-hati, Presiden Abdel Fattah al-Sisi menyambut peti mati, yang termasuk mumi Ramses II dan Ratu Hatshepsut.(amt/sumber:kompascom.com)