Kemenhub Gandeng Pemda Papua Bidik Peningkatan Ekonomi Sektor Logistik dengan Tol Laut

  • Oleh : Naomy

Selasa, 10/Agu/2021 14:15 WIB
Tol Laut di Papua Tol Laut di Papua

 

PAPUA (BeritaTrans.com) - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui KSOP Jayapura terus melakukan pendampingan teknis pelaksanaan Program Tol Laut dan Multi Moda di Provinsi Papua. 

Baca Juga:
Rangkul Warga Sekitar, Padat Karya Kembali Digelar KSOP Marunda selama 3 Hari

"Hal ini guna meningkatkan perekonomian di Papua melalui sektor logistik," ujar Kepala KSOP Jayapura Taher Laitupa, Selasa (10/8/2021).

Menurutnya, dalam rangka rangkaian teknis pelaksanaan distribusi logistik melalui Program Tol Laut dan Multimoda di Kabupaten Nduga, pihaknya melakukan kordinasi langsung dan rapat secara virtual yang di hadiri oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan stakeholder terkait lainnya.

Baca Juga:
Kemenhub Gelar Workshop Penanganan Muatan Barang Berbahaya dan Curah Padat

“Agenda rapat membahas gerakan aksi tindaklanjut Program Strategis Nasional Tol Laut Lintas Papua yang telah diprogramkan dan berjalan pada Trayek 2021 & Percepatan Pembangunan Kabupaten Nduga,” katanya.

Agenda tersebut di antaranya proses distribusi logistik beras dari Merauke ke Nduga dan para pengungsi di Wamena Jayawijaya, proses pengiriman bahan pembangunan sarana ibadah Gereja oleh Pemerintah Kabupaten Nduga dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya - Pomako Mimika - Mumugu/Batas Batu Nduga.

Baca Juga:
Gandeng Polairud, Kemenhub Tingkatkan Keterampilan Menembak Awak Kapal Negara

Taher mengungkapkan, saat ini Bupati Nduga Wentius Nimiangge terus meningkatkan pembangunan fisik dan juga pemberdayaan masyarakat lokal dalam keikutsertaan pembangunan dan pendidikan SDM Putra Putri Nduga dengan terus berkordinasi bersama Kementerian Lembaga K/L Teknis salah satunya Kemenhub.

Dia juga berharap sebagai Kordinator Wilayah pada UPT-UPT Ditjen Perhubungan Laut di wilayah Provinsi Papua, Program Tol Laut Lintas Papua dan juga Multimoda yang telah berjalan selama ini harus terus dapat dikembangkan dan digunakan masyarakat di Kabupaten yang berada di wilayah pegunungan seperti Nduga, Jayawijaya, dan Kabupaten Puncak.

Selain itu juga Kabupaten lainnya di daerah pesisir seperti di Kabupaten Merauke, Mimika, Fak-Fak, Supiori, Sarmi, dan Kabupaten Jayapura.

“Bahkan hal ini dikuti dengan keinginan dan keikutsertaan Putra Putri asli Papua pada pendidikan kedinasan Pelayaran di bawah naungan BPSDM Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Pada hari yang sama KSOP Jayapura juga memfasilitasi Tokoh Muda Papua untuk diskusi dan audiensi bersama Ketua STIP Amiruddin di Jakarta dalam rangka penerimaan Calon Taruna/i dari daerah Papua dan Papua Barat dan juga peluang beasiswa yang akan diberikan bagi Putra Putri Asli Papua pada sekolah Kedinasan Pelayaran STIP Jakarta.

“Hal ini menjadi dasar mengingat Perdagangan Pasifik semakin meningkat dan diperlukan SDM untuk menjadikan Visi Indonesia  Poros Maritim Dunia khususnya di Indonesia Timur,” kata Laus Rumayom Akademisi Universitas Cenderawasih yang bertugas sebelumnya sebagai Tenaga Ahli Madya Kedeputian V, Kantor Staf Kepresidenan.

Turut hadir juga Kasie Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Jayapura Willem Thobias Fofid, Akademisi Universitas Cenderawasih Jhon Mandosir, Habelino Sawaki Alumnus Universitas Pertahanan, Arriela Yoteni Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri. (omy)