Kemenhub Rakor Inaportnet, Dorong Peningkatan Layanan di Pelabuhan

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 27/Agu/2021 13:15 WIB
Rakor inaportnet di Bandung Rakor inaportnet di Bandung

 


BANDUNG (BeritaTrans.com) -  Tingkatkan layanan di pelabuhan, digitalisasi sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan pelayanan dan daya saing yang lebih baik.

Baca Juga:
5 Kapal Patroli Baru Hadir di Wilayah Timur Indonesia

Inaportnet menjadi salah satu segmen utama untuk mencapai tujuan tersebut. 

Guna mendorong digitalisasi pelabuhan melalui Inaportnet tersebut, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus menjalin kolaborasi antarkementerian Lembaga, salah satunya dengan menggelar Rapat Koordinasi Inaportnet Tahun 2021 dengan tema “Kolaborasi Optimalisasi Pelayanan Digital di Pelabuhan” yang dilaksanakan di Bandung, secara langsung maupun virtual, Jumat (27/8/2021).

Baca Juga:
Ditjen Hubla Bangun 2 Rumah Dinas di Jakarta

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo dalam sambutannya menyampaikan, sejalan dengan ditetapkannya Instruksi Presiden RI Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional, Kementerian/Lembaga terkait harus mengambil langkah-langkah sesuai tugas dan fungsi secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk melaksanakan penataan tersebut. 

"Tugas Kementerian Perhubungan yang tercantum dalam INPRES tersebut, mengintegrasikan sistem perizinan dan layanan ekspor, impor, dan logistik di lingkungan kerja dengan ekosistem logistik nasional melalui Indonesia National Single Window (INSW) dan melakukan penataan ruang kepelabuhanan serta jalur distribusi barang," urai Dirjen Agus.

Baca Juga:
Dirjen Arif Bilang Pelabuhan Kuala Tanjung Disiapkan jadi Transshipment Port Indonesia

Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, kata dia, telah secara rutin mengikuti setiap perkembangan Penataan Ekosistem Logistik Nasional, dengan melakukan integrasi. Antara aplikasi Inaportnet dengan portal INSW melalu SSM Pengangkut yang dilaksanakan bertahap mulai dari tahun 2020.

Pada akhirnya Inaportnet menjadi pintu gerbang utama dalam proses Arus Pergerakan Barang dalam lingkungan Ekosistem Logistik Nasional.

Selanjutnya Dirjen Agus minta kepada masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan jajaranya segera melakukan penyempurnaan bentuk evaluasi dan koordinasi terhadap sistem Inaportnet kepada seluruh Kementerian dan Lembaga terkait, serta pengguna jasa di pelabuhan.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kementerian/Lembaga serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendukung penerapan Inaportnet di Indonesia. 

"Semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana bertukar pikiran bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengoptimalkan pelayanan melalui digitalisasi pelabuhan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala), Capt Mugen Sartoto menyampaikan, tujuan utama dari penyelenggaraan Rapat Koordinasi Inaportnet Tahun 2021 adalah meningkatkan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan melalui Sistem Inaportnet sebagai bentuk evaluasi dan koordinasi.

"Diharapkan sistem inaportnet yang sudah berjalan dapat menjadi lebih baik lagi sehingga pelayanan kapal dan barang di pelabuhan dapat berjalan dengan efektif dan efesien," ujar Capt. Mugen.

Adapun Kementerian/Lembaga yang hadir dalam Rapat Koordinasi Inaportnet Tahun 2021 diantaranya adalah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Indonesia National Single Window (INSW), National Logistic Ecosystem (NLE), serta para stakeholder terkait lainnya. (omy)