Bareng BUMN, Ditjen Hubla Gelar Padat Karya di Palembang, Jambi, Bangka Belitung, dan Makassar

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 24/Sep/2021 06:42 WIB
Program Padat Karya gelaran Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Program Padat Karya gelaran Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub

JAKARTA (BeritaTrans.com) -  Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali menggelar program Padat Karya. Kegiatan tersebut kali ini diselenggarakan di 3 (tiga) Provinsi dengan melibatkan 170 orang masyarakat sekitar dan di Makassar, Sulawesi Selatan dengan melibatkan 300 orang masyarakat.

Baca Juga:
Kemenhub Siapkan Materi untuk Ikuti Sidang IMO MEPC -77

Kepala Distrik Navigasi Kelas I Palembang, Muh. Anto Julianto menjelaskan Padat Karya dilaksanakan pada tanggal 23 september 2021 s/d 8 Oktober 2021 di Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Pelaksanaan program padat karya tahap II dilaksanakan di 12 titik pada tiga provinsi sesuai wilayah kerja Disnav Kelas I Palembang,” ujarnya.

Baca Juga:
Kemenhub Bahas Peningkatan Kualitas Pelayanan Jasa Kepelabuhanan

Pada kegiatan padat karya tahap ke II tersebut yang berlokasi khususnya di sekitar lingkungan kantor Disnav Kelas I Palembang merupakan kolaborasi/ kerja sama antara Kementerian Perhubungan dengan BUMN, PT Pelabuhan Indonesia II (persero) Cabang Palembang.

Pembukaan Padat Karya ini turut dihadiri Anggota DPR Komisi V Eddy Santana Putra, Walikota Palembang H. Harnojoyo, Kepala KSOP Palembang Letkol Mar Triyanto, Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Pelabuhan Boom Baru AKP Imelda Rahmat, General Manager PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang Silo Santoso serta stakeholder terkait lainnya.

Baca Juga:
Disnav Palembang Beri Penghargaan Penjaga Menara Suar Tanjung Kalian

"Adapun maksud dan tujuan diadakannya padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap," urai Anto..

Selain itu juga guna mendorong pemulihan ekonomi masyarakat, mengurangi pengangguran, langkah strategis dalam pengamanan aset (SBNP) terutama pada kegiatan padat karya yang di lakukan pada lokasi menara suar dan rambu suar di alur pelayaran yang melibatkan masyarakat setempat.

Lokasi kegiatan Padat Karya di Provinsi Sumatera Selatan terdapat lima titik lokasi dengan total 85 orang tenaga kerja.

“Ruang lingkup pekerjaannya adalah pembersihan lingkungan kantor, pembersihan sungai depan dermaga, pembersihan lingkungan dermaga, pemeliharaan SROP Palembang berupa pembersihan lingkungan dan pemotongan rumput,” ungkap dia.

Selanjutnya, di Provinsi Jambi melibatkan 15 orang tenaga kerja di 3 titik lokasi Rambu Suar yaitu di alur pelayaran Sungai Batanghari, Rambu Suar Talang Duku, dan Rambu Suar di alur pelayaran Pelabuhan Muara Sabak.

Di Provinsi Bangka Belitung, Padat Karya digelar di empat titik lokasi dengan melibatkan 70 orang tenaga kerja.

Lokasi pertama di Kabupaten Bangka Barat dengan pekerjaan pemeliharaan bangunan pagar dan halaman menara suar Tanjung Kalian, pekerjaan pemeliharaan bangunan pagar dan halaman menara suar Tanjung Ular dan pekerjaan pemeliharaan bangunan pagar dan halaman SROP Muntok.

“Kemudian satu lokasi di Kabupaten Belitung dengan pekerjaan pemeliharaan bangunan pagar dan halaman SROP Tanjung Pandan,” tuturnya.

Anggota DPR Eddy Santana mengapresiasi kegiatan Padat Karya tersebut. Menurutnya, hal ini sangat membantu masyarakat di tengah pandemi yang sudah berlangsung hampir dua tahun terakhir ini.

“Pemerintah melalui instansi dan lembaga melaksanakan program padat karya dengan harapan masyarakat yang enggak kerja atau mengalami pengurangan penghasilan bisa ikut terbantu walaupun sedikit. Semoga hal ini bisa bermanfaat bagi peserta padat karya untuk membantu ekonomi keluarga,” tutupnya.

Padat Karya di Makassar

Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar menggelar kegiatan Padat Karya yang dipusatkan di Kawasan Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan yang dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR Hamka B. Kady.

Hadir Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, H. Ahmad Wahid, bersama Kepala Distrik Navigasi Kelas I Makassar, Direktur Utama PT. Pelindo IV (Persero), GM PT Pelindo IV Cabang Makassar, dan Camat Ujung Tanah Kota Makassar beserta jajaran Kelurahan Gusung dan Kelurahan Ujung Tanah.

Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar melibatkan 100 masyarakat Kelurahan Gusung untuk kegiatan bersih laut dan pantai di Kawasan Pelabuhan Paotere.

Kantor Distrik Navigasi Makassar melibatkan 100 orang warga untuk kegiatan pengecatan halaman kantor, pos jaga dan pembersihan Instalasi SROP, dan PT Pelindo IV (Persero) Makassar melibatkan 100 orang warga untuk kegiatan pengecatan kansteen, drop zone, pick up zone dan area parkir Pelabuhan Makassar.

Hamka menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas pelaksanaan program padat karya ini. 

“Program padat karya itu langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang terdampak oleh Covid-19," ucapnya. (omy)